Jangan Menyerah, Mufti Anam Ajak Anak Muda Pasuruan Terus Garap Ekonomi Kreatif

oleh -1.273 views
Acara sosialisasi UU Ekonomi Kreatif beberapa pekan lalu.

KILASJATIM.COM, Pasuruan – Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, mengajak kaum muda di Pasuruan untuk pantang menyerah dalam menggeluti dunia kewirausahaan di tengah merebaknya kekhawatiran atas penyebaran virus corona (Covid-19).

”Situasi memang sulit saat ini. Tapi orang yang punya jiwa kewirausahaan tidak boleh menyerah. Apalagi anak muda, jangan sampai menyerah, jangan putus usaha di tengah jalan,” ujar Mufti Anam.

Mufti Anam mengatakan, beberapa pekan lalu dia telah menyosialisasikan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif kepada perwakilan anak muda Pasuruan dari berbagai kecamatan di kabupaten tersebut. Sosialisasi digelar sebagai bagian dari tugas kedewanan untuk mengajak publik paham dan mengambil manfaat dari pemberlakuan sebuah undang-undang, dalam hal ini UU Ekonomi Kreatif.

”Beberapa pekan lalu saya sudah sosialisasikan UU Ekonomi Kreatif. Selain substansi soal creative economy, saya juga ajak bareng-bareng seluruh anak muda untuk tidak menyerah. Karena itulah inti kewirausahaan, bahwa kita tidak boleh menyerah dalam situasi apapun,” ujar Mufti.

BACA JUGA: Ekonomi Dibayangi Corona, Legislator Mufti Anam Minta BUMN Pacu Realisasi Belanja Modal

Terkait substansi UU Ekonomi Kreatif, Mufti mengatakan, regulasi itu hadir untuk mendorong pengembangan seluruh aspek ekonomi kreatif. Kebudayaan, teknologi, kreativitas, dan inovasi menjadi satu bagian tak terpisahkan dari pengembangan ekonomi kreatif.

”Lewat UU Ini, negara ingin menciptakan kesempatan kerja baru yang berpihak kepada nilai seni dan budaya bangsa, kepada kearifan lokal di bumi Nusantara ini; sekaligus negara ingin melindungi para pelaku yang terlibat di dalamnya,” ujarnya.

Menurut Mufti, ekonomi kreatif menjadi salah satu kunci untuk mengurangi pengangguran, terutama yang menjadi problem adalah pengangguran lulusan SMK (sekolah menengah kejuruan). Pihaknya mengapresiasi keberhasilan pemerintah menurunkan angka pengangguran SMK. Per Agustus 2019, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK 10,42 persen, terus menurun dibanding lima tahun yang masih di atas 12 persen.

”Ke depannya, dengan penguatan ekonomi kreatif, angka pengangguran lulusan SMK bisa semakin menurun,” jelasnya.

BACA JUGA: Bertemu Jajaran PDIP Probolinggo, Mufti Anam Perkuat Kolaborasi Berbuat Nyata untuk Rakyat  

Saat ini, industri kreatif terus menjadi pendorong ekonomi nasional. Pada 2018, industri kreatif berkontribusi Rp 1.105 triliun ke produk domestik bruto (PDB). Serapan tenaga kerjanya mencapai lebih dari 18 juta jiwa.

”Ekonomi kreatif adalah sektor yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat. Seni-budaya Indonesia sangat kaya. Populasi kita juga besar. Itu mestinya menjadi advantage yang harus kita kolaborasikan dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang menyejahterakan masyarakat, yang inklusif karena dirasakan dampaknya oleh publik luas,” pungkasnya. (kj1)

No More Posts Available.

No more pages to load.