Riang Gembira Aksi Boikot dan Gempita Kayu Tangan

oleh -847 Dilihat

Foto: tqi

KILASJATIM.COM, Malang – Malam ini, akhir pekan, langit terang tidak ada hujan seperti biasanya. Orang pun merayakan, dengan jalan-jalan, makan di sepanjang jalan Kayu Tangan, dan restoran yang katanya berafiliasi dengan Israel pun ramai pengunjung.

Dimana himbauan boikot yang ramai dalam jagad maya? Entahlah. Mungkin hanya marak lewat komen medsos saja. Nyatanya promo es krim Rp 5 ribuan pun masih ngantri untuk dibeli.

Malam terang, bulan sepenggal menggantung tenang. Menyaksikan riuh jalan, deretan mobil-motor mencari area parkiran yang semuanya full. Menyerupai gerombolan laron dibawah neon.

Dari atas jembatan penyeberangan depan kantor Telkom. Nampak pasangan belia mengabadikan momen terindah. Dengan latar lampu gereja, yang lain minggir memberi ruang agar foto leluasa.

Masih menyusuri Kayu Tangan di akhir pekan, usai menjemput anak gadis yang merayakan ulang tahun kawan sekolah. Ia mengajak melihat aksi band jalanan, tembang kekinian berkumandang. Sambil menikmati tahu petis, asin pedas dengan potongan cabe yang harganya mulai tak bersahabat.

Di bagian lain, sopir angkot termenung, murung. Menawari setiap penguna jalan sudi naik dalam kendaraan biru yang beberapa bagian penyok, berkarat, keropos dimakan usia.

Malam yang meriah. Segala suara beradu jadi satu. Tawa pengunjung, penjual makanan yang menawarkan dagangan, klakson, suara band dan teriakan aktivis Palestina yang mengabarkan kedahsyatan bom Israel di Gaza.

Ngeri membayangkan jerit tangis bocah tak berdaya. Dengan luka menganga oleh bom fosfor putih yang terbakar oleh udara.

“Jangan makan di sana. Kita ke angkringan saja,” kata bocah sambil menarik lengan ini Sabtu (18/11/2023). Ketika kami berdiri di seberang jalan, antara aksi damai Palestina dan restoran siap saja asal negeri Paman Sam. (tqi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga :  Nasi Bhuk dan Aneka Jeroan Cocok Buat Sarapan

No More Posts Available.

No more pages to load.