Pada Senja Festival Borobudur Kami Berjumpa

oleh -554 Dilihat

Foto: Kilas Jatim/Tqi

KILASJATIM.COM, Malang – Sore ini hujan tidak tiba, langit tampak cantik, ketika matahari menuju barat beriringan syair para seniman yang membacakan karya dalam Borobudur Writers & Culture Festival 2023, ke 12,di Learning Space. GKB.A.18 Universitas Negeri Malang (UM), Minggu (25/11/2023).

Pada senja itu, angin bertiup lembut, di iringi suara lantang dan mendayu para pecinta kata dari berbagai daerah di Indonesia. Saya nikmati penampilan mereka, sampai lupa mencatat judul puisi atau cerita pendek yang dibacakan.

Podium setengah lingkaran, menempatkan panggung ditengah, menjorok ke bawah, menempatkan tempat duduk penonton lebih tinggi, sungguh menguntungkan. Bisa menampung pengunjung lebih banyak, tentu saja membuat saya leluasa pindah ketika bertemu kawan lama yang tak bersua. Sebab pindah kota atau kesibukan masing-masing.

Hari ini saya ketemu Dahri, kawan yang dulu aktif belajar menulis sastra di Kobis (Kelompok Belajar Menulis), lantas ia pindah kota dan baru beberapa bulan kembali ke Malang.

“Tak terasa tujuh tahun kita gak ketemu. Bagaimana kabar Bulan-Jingga?” begitu ia membuka kisah waktu itu.

Tak menunggu lama, diantara Jamming Puisi-Cerpen, kami bertukar kisah selama tak bertemu dan kondisi masing-masing.

Kini ia tak sendiri, dua tahun lalu ia telah menikah. Lantas melanjutkan studi program Pasca Sarjana, kini ia terlibat di penerbitan Dewan Kesenian Jakarta. Sekaligus terlibat dalam kepanitiaan acara.

“Saya kebagian ngurusi stan pameran buku. Kemarin sudah melihat sampean, pas mau saya datangi. Sampean sudah tidak ada,” katanya.

Sebelum acara berakhir ia memberikan buku Rumpun dan Gagasan, Bunga Rampai Esai dan Kritik Seni Rupa 1069-2019, karya Bambang Bujono. Sambil berjanji akan memberikan buku lain yang bermanfaat bagi saya.

Adapun pembacaan karya sastra dilakukan oleh, Iman Suwongso (Malang), Romzul Falah (Madura), Bambang Kempling (Lamongan), Alex Subairi (Sidoarjo), S. Yoga (Ngawi), Raedu Basha (Madura), Indra Tjahyadi (Surabaya), Eko Darmoko (Surabaya), Cok Sawitri (Bali) dan masih banyak lagi. (tqi)

No More Posts Available.

No more pages to load.