Ribuan Jamaah Mafia Sholawat dari Trenggalek Sambut Sholawat Kebangsaan Bersama Gus Ali Gondrong

oleh -657 Dilihat

KILASJATIM.COM, Trenggalek – Ribuan jamaah Mafia Sholawat dari Kabupaten Trenggalek turut meramaikan acara Sholawat Kebangsaan yang diadakan di alun-alun Kabupaten Trenggalek pada Selasa (16/1/2023). Acara ini dihadiri oleh para santri dan warga dari Trenggalek serta daerah-daerah tetangga.

Gus Ali Gondrong, pendiri Mafia Sholawat Indonesia, menyapa ribuan peserta yang hadir untuk bersama-sama melantunkan Sholawat pada Nabi Muhammad SAW. Acara dimulai sekitar pukul 21.00 WIB, di mana jamaah Mafia Sholawat berbaur dengan peserta lainnya dalam suasana kebersamaan.

Tidak hanya sebagai acara keagamaan, Gus Ali juga menyampaikan pesan politik yang penting. Menyadari bahwa pada tanggal 14 Februari merupakan peringatan Hari Valentine dan juga akan diadakan pesta demokrasi, yaitu pemilihan presiden Republik Indonesia, Gus Ali memberikan pengingatan kepada para hadirin.

“Dalam sholawat ini, mari kita juga bersiap-siap untuk pemilihan presiden yang akan datang pada 14 Februari. Jangan sampai kita ketiduran, karena pilihan Anda akan menentukan masa depan Indonesia,” ujar Gus Ali.

Dalam wejangan dan tausyiahnya, KH Muhammad Ali Shodiqin, pendiri Mafia Sholawat Indonesia, menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik. Beliau menyatakan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal biasa, tetapi persatuan harus tetap dijaga.

“Mau pilih Calon Presiden 01 (Anis-Muhaimin), silahkan. Mau pilih 02 (Prabowo-Gibran), juga silahkan. Dan jika jamaah Mafia Sholawat ingin memilih Capres 03 Pak Ganjar-Mahfud seperti saya, itu juga tidak masalah. Yang penting, mari bersama-sama menjemput Ganjaran & Keberkahan dengan memilih Capres Ganjar-Mahfud,” ungkapnya.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang ibadah dan kebersamaan, tetapi juga menjadi momen untuk mengingatkan pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi sambil menjaga kerukunan dan persatuan di tengah perbedaan. (yud)

Baca Juga :  Penggunaan Hak Angket untuk Merespon Dugaan Kecurangan Pemilu Dinilai Tidak Tepat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.