Legenda Bernama Beckenbauer

oleh -896 Dilihat

Oleh M. Eri Irawan
Penggemar Sepak Bola

Franz Anton Beckenbauer berpulang, 7 Januari 2024 di Salzburg, Austria. Dia legenda sepak bola dunia asal Jerman. Sweeper kelahiran Munchen, 11 September 1945, ini dianggap sebagai maestro sepak bola dunia bersama legenda Belanda almarhum Johan Cruyff. Keduanya pernah berhadapan dalam final Piala Dunia 1974 di Jerman (Barat). Saat itu, Jerman (Barat) berhasil mengalahkan Belanda 2-1 dan menjuarai Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah 1954.

Saya adalah bagian dari generasi penggemar sepak bola yang tidak pernah menyaksikan permainan Der Kaizer, julukan Beckenbauer, di atas lapangan secara langsung di masanya—saya hanya menyaksikan lewat Youtube.

Sebagian besar kariernya sejak level yunior dihabiskan di klub raksasa Jerman, Bayern Munchen 1959-1977. Selama 18 tahun bersama Munchen, dia memenangi semuanya: empat gelar Bundesliga, empat gelar Piala DFB, tiga gelar Piala Eropa Antarklub, satu gelar Piala Winners, dan satu Piala Interkontinental.

Prestasi itu tak terputus. Saat pindah ke Amerika untuk bermain bagi New York Cosmos, dia membawa tim tersebut meraih tiga gelar North America Soccer League dan dua gelar kejuaraan Piala Trans-Atlantic.

Bermain bersama tim nasional Jerman (Barat), Beckenbauer mendaratkan Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974. Dia menjadi satu-satunya orang di Jerman yang berhasil memboyong Piala Dunia untuk negerinya sebagai pemain pada 1974 dan sebagai pelatih pada 1990. Namanya pun terpatri di Sports Hall of Fame Jerman, selain menerima banyak penghargaan individual level internasional.

Beckenbauer mewariskan taktik yang memperkenalkan pemain berposisi libero dalam bertahan maupun menyerang. Taktik ini kemudian digunakan banyak tim sepak bola, termasuk di Indonesia. Kita masih ingat nama Bejo Sugiantoro, pemain bernomor punggung 5 saat membawa Persebaya menjuarai Liga Indonesia, adalah seorang libero.

Baca Juga :  Wali Kota Eri Cahyadi Minta Pelayanan Perizinan Tidak Lebih dari 7 Hari

Penggemar sepak bola generasi sekarang terpaku dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Namun Beckenbauer mungkin memiliki karir yang komplet dibanding keduanya, sehingga Pele pun memujinya sebagai sosok yang bermain dengan kemampuan intelegensia khas Brasil daripada kekuatan fisik dan etos kerja khas Jerman. “Dia lebih seperti pemain Brasil ketimbang Jerman,” seloroh Pele mengomentari Beckenbauer.

Filosofi dan karakter kepelatihannya bisa digunakan siapapun dalam kehidupan, ternasuk di dunia politik. Beckenbauer adalah tipe seorang yang terorganisasi. Kemauannya kuat dan ingin selalu bergerak mencapai tujuan. Dia bukan orang yang mudah terintimidasi oleh seseorang atau pun keadaan.

Ini yang mungkin membuatnya tak hanya mumpuni bermain di lapangan hijau, tapi juga melatih tim untuk berhasil. Tak hanya itu. Dia juga menduduki jabatan administratif-politik organisasi sepak bola dunia: Presiden Klub Bayern Munchen dan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman. Di tangannya, Piala Dunia sukses digelar di Jerman pada 2006.

Beckenbauer sosok langka. Selamat jalan, Der Kaiser! (sag)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.