Wabup Irwan Sebut Pemindahan Pasien ke Isoter Demi Kesembuhan

oleh -397 views

 

KILASJATIM.COM, BONDOWOSO – Pemkab Bondowoso telah menyiapkan tempat khusus isolasi terpusat (Isoter) bagi warga yang tengah menjalani isolasi mandiri, yakni UPTD Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional (PTO PKT), Desa Pancoran.

Kini, tugas pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten, secara bertahap memindahkan warga isoman ke gedung Eks Klinik Paru tersebut, guna menjalani isolasi terpusat.

Namun, upaya itu tidaklah mudah, karena tak semua warga isoman bersedia untuk dipindah ke tempat tersebut.

Menurut Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, perlu waktu untuk memberikan edukasi akan pentingnya isoter. Ia tidak ingin pemerintah justru berbenturan dengan masyarakat. Sehingga mereka perlu diberikan pemahaman terlebih dahulu.

” Sudah kita siapkan. Kita perlu waktu untuk melakukan edukasi tentang pentingnya isoter,” jelas Wabup saat dikonfirmasi.

Ia mewanti-wanti, bahwa upaya pemindahan warga isoman ke gedung UPTD PTO PKT jangan sampai membuat mereka merasa terpaksa dan malah memperparah sakitnya.

” Yang isoman dipaksakan ke isoter, justru nanti secara psikis tambah sakit. Jangan sampai semacam itu,” tegasnya.

Untuk itu, dalam kondisi saat ini Wabup Irwan menyebut pemerintah harus hadir bagi warga yang terdata menjalani isoman. Agar mereka diberikan perhatian dan pelayanan kesehatan secara intensif, baik oleh puskesmas maupun puskesmas pembantu setempat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, dr Mohammad Imron menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan segala kebutuhan pasien ditempat itu. Mulai dari peralatan untuk perawatan hingga empat tenaga sekaligus. “Sudah kita siapkan semua,” tegasnya.

Pemindahan masyarakat isoman itu akan dilakukan secara berkala. Artinya penjemputan tidak dilakukan secara serentak, menyesuaikan dengan tim yang bertugas dilapangan.

Disebutkan, ada empat tenaga yang disiapkan ditempat Isoter itu, diantaranya tenaga kesehatan (nakes), tenaga teknik kefarmasian, tenaga kemanan dari unrsur TNI, Polri, dan Satpol PP.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan tenaga non kesehatan, terdiri dari klining servis untuk bagian kebersihan. “Termasuk teman-teman yang bertanggung jawab terhadap limbah. Itu kita siapkan semua,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten ini.

Ia juga menjelaskan, para tenaga kesehatan yang ditugaskan di tempat itu adalah tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas. Khususnya mereka yang sudah pernah bertugas pada 2020 lalu, ketika tempat tersebut dijadikan sebagai tempat ruang isolasi tambahan.

“Pada waktu itu dibawah tanggung jawab dari Rumah sakit umum Bondowoso,” katanya.

Para nakes tersebut, menurutnya akan diberlakukan sistem shift dalam bertugas. “Ada tiga perawat pagi dengan satu dokter. Kemudian shift siangnya tiga perawat dan satu dokter juga. Begitu juga dengan shift malamnya,” paparnya.

Dikonfirmasi terkait pengelolaan limbah, ia menjawab nantinya limbah ditempat itu akan dikirimkan ke rumah sakit untuk dilakukan pemusnahan. “Benda padat B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun, red) nya kita kumpulkan, kemudian ditampung terus nanti akan dimusnahkan di rumah sakit umum,” bebernya.

Sementara, untuk peralatan lain seperti bantal, sprei, selimut, sarung bantal dan lain sebagainya, juga akan dicuci ditempat laundry rumah sakit. Hal tersebut dilakukan oleh tim yang sudah ditugaskan sebelumnya. kj5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.