Siswa-Siswi Madrasah Melek Teknologi, Tidak Ketinggalan Zaman, dan Gaul  

oleh
Peserta Kompetisi Robotik Madrasah 2019 salah satu kategorinya menciptakan robot dengan tema Green Energy and Environmental Issues.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kompetisi Robotik Madrasah untuk menunjukkan kepada masyakarat bahwa siswa-siswi madrasah adalah peserta didik yang melek teknologi, tidak ketinggalan zaman, dan gaul. Hal itu merupakan tujuan dari Kompetisi Robotik Madrasah 2019 diselenggarakan di Grand Mall City Surabaya.

Ketua Panitia Kompetisi Robotik, Papay Supriatna mengatakan, tema kompetisi yang diangkat pada tahun ini adalah Robots Save the Earth: Green Energy and Environmental Issues (Robot-Robot Penyelamat Bumi, Energi Hijau dan Isu-isu Lingkungan). ”Tema ini ingin mengajak siswa-siswi madrasah agar sadar tentang keselamatan bumi dan lingkungan,” jelas Papay.

Papay menambahkan, tahun ini, 2019, sebégaimana tahun-tahun sebelumnya, Kompetisi Robotik Madrasah dilaksanakan di mall-mall dan pusat keramaian. Pendidikan madrasah ditujukan untuk membangun Iandasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan berbagai program yang antara lain adalah dalam bentuk kegiatan kesiswaan.

Kompetisi Robotik Madrasah merupakan ajang kompetisi robot tingkat madrasah. Program ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 di Cilandak Town Square Jakarta Selatan, 2016 di Mall of Indonesia, Jakarta Utara, 2017 di ICE (Indonesia Convention Exhibition) Serpong, Banten, 2018 di Depok Town Square, Depok Jawa Barat.

BACA JUGA: XL Axiata – Kemenag Kembangkan Digitalisasi Lewat Program Madrasah BootCamp Aliyah 4.0

Pada pelaksanaan tahun kelima ini 2019 diharapkan terjadi peningkatan kualitas dan output yang dihasilkan. Kompetisi Robotik Madrasah merupakan program baru yang menjadi salah satu program unggulan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Program ini diselenggarakan setiap tahun.

Kompetisi Robotik Madrasah diharapkan memberikan pengaruh signifikan bagi terwujudnya semangat belajar siswa madrasah, khususnya di bidang teknologi, robotika dan otomasi. Sekaligus merangsang siswa-siswi madrasah untuk mempersiapkan diri menghadapi era induustri 4.0. Tercapainya kondisi tersebut di lingkungan pendidikan madrasah memacu siswa dalam meraih prestasi belajar, kreatif, inovatif dan menghasilkan penemuan teknologi baru yang membanggakan.

Serta mengajak mereka berkreasi untuk menciptakan robot yang turut membantu menyelamatkan bumi dan lingkungan sekitar mereka dari kerusakan. lsu pelestarian lingkungan adalah isu penting yang dihadapi semua negara saat ini. “Oleh sebab itu, kompetisi sejatinya ingin mengajak siswa-siswi madrasah sadar akan hal tersebut,” tambah Papay.

Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswi Madrasah mulai dari jenjang Madrasah lbtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Yang terbagi ke dalam:

BACA JUGA: MIN 1 Malang Di Empat Madrasah Gelar Baksos

1. Kategori Rancang Bangun Mesin Otomatis untuk semua jenjang, MI, MTs dan MA. Dalam kategori ini, peserta diminta menciptakan robot dengan tema Green Energy and Environmental Issues yang memiliki unsur robotika dan otomasi.

2. Kategori Robot Pemilah Sampah untuk jenjang MTs. Dalam kategori ini, peserta diminta membuat robot (mobile robot) yang memiliki fungsi untuk .memilah jenis sampah dan meletakkan sampah tersebut di tempat yang sesuai dengan jenisnya.

3. Kategori Robot Pendeteksi Lingkungan dengan IoT untuk jenjang MA. Dalam kategori ini, peserta diminta membuat robot (mobile robot) yang bertugas mendeteksi lingkungan, seperti temperatur, warna, kelembaban udara dan sebagainya.

Tahun ini, panitia Kompetisi Robotik Madrasah 2019 menyediakan kuota untuk masing-masing jenjang dan masing-masing kategori adalah 30 tim. Sejak dibukanya pendaftaran pada 23 September hingga 21 Oktober 2019, terdapat 335 tim yang mendaftar sebagai peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Aceh, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Riau, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sumatera Barat, Papua Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Bali, Jawa Tengah, Banten, dan DI Yogyakarta.

BACA JUGA: Pemprov Komitmen Tingkatkan IPM Jatim

335 tim yang mendaftar ini kemudian diseleksi oleh tim juri untuk dijadikan sebagai peserta. Seleksi ini telah dilakukan pada 22-24 Oktober 2019 |a|u dengan menghasilkan 30 tim untuk masing-masing jenjang dan kategori. Sehingga total peserta pada kompetisi kali ini adalah 150 tim. (*/kj1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *