Perguruan Tinggi Vokasi Wajib Dukung Hilirisasi Hasil Penelitian

oleh -249 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Perguruan tinggi (PT) Vokasi diharapkan memberikan dukungan hilirisasi pada hasil-hasil penelitian, itu disampaikan Dr. Benny Bandanadjaja, ST,. MT., Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (APTV) Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbudristek, saat membuka Seminar Penguatan Komersialisasi Produk Hasil Penelitian Tahun 2023, Senin (18/9/2023) di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya. Seminar yang merupakan kerjasama APTV Diksi dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ini dihadiri oleh perwakilan dari Perguruan Tinggi Vokasi, Riset Grup, Penggiat UMKM dan Dunia Usaha Dunia Industri.

Dalam sambutannya, Benny mengingatkan jika selama ini Perguruan Tinggi Vokasi diharapkan mampu mendukung tercapainya hilirisasi hasil penelitian, sekaligus meningkatkan HKI melalui paten hasil-hasil penelitian. “Kita ingin memberi penghargaan lebih kepada para peneliti di Indonesia, khususnya vokasi, mengingat mereka sudah menghasilkan produk,” terang Benny.

Menurut Benny, para peneliti memerlukan banyak dukungan, di luar penghargaan yang hanya diberikan saat mereka menghasilkan produk. Sementara sebetulnya potensi ekonominya sangat tinggi, misalnya melalui pendaftaran paten produk. ”Ketika sudah dikomersialisasikan, maka ke depan yang bersangkutan akan menerima royalti. Peneliti akan mendapat pasif income. Dan ini yang sedang kita upayakan,” lanjut Benny.

Moh. Haerul Amri, S.P.,M.Pd. salah satu pembicara memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat positif, mengingat kajian-kajian semacam ini sangat diperlukan guna menangkap kondisi dan permasalahan di pendidikan vokasi. “Hal ini menjadi masukan bagi kami agar ke depannya kami di DPR, wakil rakyat dapat ikut memantau sekaligus menyiapkan regulasi yang sesuai. Tanpa kegiatan semacam ini, permasalahan tentunya akan mengendap di bawah,” kata  Haerul, anggota DPR RI.

Baginya, kegiatan ini akan memberikan banyak catatan guna perbaikan ke depannya. “Sudah ada beberapa masukan tadi dari APTV Diksi dan juga permasalahan yang membutuhkan pemikiran di level regulasi. Untuk itu saya juga meminta dari PENS melalui Direktur, Bapak Aliridho untuk menyiapkan kajian ilmiah sekaligus bisa kita angkat untuk audiensi dengan teman-teman di DPR RI. Intinya, kami akan mengupayakan regulasi terbaik untuk persoalan Kekayaan Intelektual ini,” ujar Haerul Amri.

Baca Juga :  Raih Akreditasi Unggul, PGSD Unusa Jadi yang Pertama di Surabaya

Aliridho Barakbah, S.Kom, Ph.D Direktur PENS sangat mendukung kegiatan ini. “Kampus mempunyai banyak peluang dalam mengembangkan riset sekaligus meningkatkan jejaring dengan mitra DUDI. Dan kami pun berupaya menciptakan Ekosistem Penelitian yang baik, dengan bekerjasama juga dengan Kemenkunham untuk menjaga kekayaan intelektual di dalam penelitian tersebut dan juga dengan pihak yang membutuhkan, yaitu masyarakat hingga Industri,” papar Aliridho Barakbah.

APTV Diksi Kemendikbud sebelumnya juga telah mengupayakan beberapa seri Bimtek mengenai penyusunan dokumen dan proposal hingga pengajuan HKI yang bekerjama dengan Kemenkumham. Diksi juga memberikan penghargaan kepada dosen-dosen yang berhasil lolos patennya, terutama apabila produknya telah dikomersialisasikan. Maka peneliti juga akan menerima sejumlah insentif.(tok)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News