Pedagang Nasi Jagung Paling Kompak di Bulan Ramadan

oleh -1700 Dilihat

Foto: Kilas Jatim/Tqi

KILASJATIM.COM, Malang – Pedagang nasi jagung adalah pengusaha paling taat aturan di bulan Ramadan. Tanpa dihimbau, mereka kompak tidak jualan. Ini berlaku hampir di semua pasar Kota Malang, Kamis (21/3/2024).

Sebab kawan saya mencari nasi jagung. Maka saya arahkan ke Pasar Tawangmangu, di pasar ini ada tiga penjual nasi rendah gula ini. Ketiganya tidak jualan kata tetangganya posoan prei (puasa libur).

Pencarian kami lakukan di warung Mbak Mar daerah Jl. Sigura-gura, ternyata warungnya tutup, kata warga sekitar, selama bulan puasa tidak buka. Perjalanan kami lanjutkan ke Pasar Mergan, di sana ketemu Anis kawan saya yang, jualan tahu, menurutnya selama bulan Ramadan penjual nasi jagung libur.

“Jangan aneh-aneh. Orangnya tutup selama posoan. Beli nasi lain saja lho. Ada nasi padang buka dua puluh empat jam,” celetuknya, sambil memasukkan dua potongan tahu ukuran se bantal dan menyerahkan pada saya sebelum pamit pulang.

Sebab penasaran perjalanan kami lanjutkan ke Pasar Kasin. Baru sampai parkiran, petugas parkir menyampaikan “Lapo Mbak, golek sego jagung a, gak bukak.”

Kami langsung balik sebelum parkir, dari sana kami ke Pasar Besar, menyusuri lorong dari pintu depan sampai belakang tak ada pedagang nasi jagung berjualan. Ketika kami bertanya pada pedagang sekitar, mereka menyampaikan selama bulan puasa tidak ada yang jual nasi jagung. Semua libur. Kami penasaran, terus saja berjalan melintas lorong pasar yang sepi dan sedikit becek, karena hujan semalam.

“Aneh, tidak ada yang jual nasi jagung. Bener kata ibu tadi. Apa nasi jagung masuk makanan langkah ya?” kata kawan saya sambil menyusuri jalanan.

Baca Juga :  Gedung Ursulin Sejak 1900, Tetap Gagah dan Dingin

Saya mengiyakan saja, sebab adanya demikian. Sebelum kami pulang, sepakat mampir ke Pasar Oro-oro Dowo, Jl. Guntur. Dan kami ketemu nasi jagung di warung Bu Sri yang sudah puluhan tahun jualan di sana.

Nasi seharga Rp. 10 ribu per porsi berisi nasi jagung, mendol, ikan asin, sambel goreng dan urap-urap. Jika tidak berpuasa rasanya ingin saya santap sajian tersebut.

Sebab saya sedang puasa, cukup saya potret saja masakan Bu Misria, sambil memesan sebungkus untuk berbuka nanti. (tqi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.