Jatim Jadi Penyuplai Komoditas Perdagangan Tertinggi di Kaltara

oleh -360 Dilihat

KILASJATIM.COM, Tarakan – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto
Dardak mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), di Tarakan Plaza Hotel, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (20/3) pagi.

Misi Dagang dan Investasi ke-3 di tahun 2023 yang digelar Pemprov Jatim ini ditujukan untuk meningkatkan koneksitas antara para pelaku usaha dari Jatim dengan para mitra di Kaltara dalam memperluas potensi produk industri, perdagangan, ekonomi kreatif, agribisnis, dan peluang investasi lainnya secara terintegrasi.

Dalam sambutannya, Wagub Emil menyampaikan, saat ini perekonomian global tengah berada di dalam ketidak pastian. Beberapa bank besar di Amerika Serikat bahkan ambruk karenanya. Salah satunya Silicon Valley. Bank pemasok modal start up terbesar di Amerika Serikat itu bahkan ambruk dalam waktu singkat. Begitu pula Bank Credit Suisse.

“Kemudian nilai ekspor Indonesia juga turun secara month to month. Untuk itu kita harus kokoh di dalam. Inilah saatnya Indonesia sebagai negara yang besar, harus solid dalam membangun jejaring ekonomi domestik,” ujarnya.

Salah satu upaya penguatan jejaring ekonomi domestik ini dilakukan melalui misi dagang dan investasi ini. Hasilnya, tercatat mencapai Rp 279,332 milyar komitmen transaksi final telah ditandatangani oleh pelaku usaha antara Jatim dan Kaltara. Dari total nilai transaksi tersebut, penjualan Jatim ke Kaltara mencapai Rp 206,297 milyar, sebaliknya pembelian Jatim dari Kaltara mencapai Rp 73,034 milyar.

“Sampai saat ini tercatat Komoditas yang ditransaksikan beragam. Ada komoditas peternakan seperti ayam, ada juga logistiknya, kemudian rokok, lalu rumput laut, dan ada cangkang
sawit. Rumput laut dan cangkang sawit itu kita beli dari sini,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) total nilai transaksi yang terjadi antara Jatim dan Kaltara sebelumnya mencapai Rp 1,78 triliun. Dari nilai transaksi tersebut, penjualan Jatim ke Kaltara tercatat sebesar Rp 1,68 triliun, sementara penjualan Kaltara ke Jatim sebesar Rp 96,69 milyar, sehingga Jatim surplus sebesar Rp 1,59 triliun.

Komoditas dari Jawa Timur ke Kalimantan Utara didominasi oleh Sepeda Motor, Alat Transportasi Umum, Telepon Seluler, Air Minum Dalam Kemasan, Cerutu, Bahan Kimia, Beras, Minuman Kalori, Saus, Bumbu, Tepung, Sabun, dan Parfum. Sementara komoditas yang didapatkan oleh Jawa Timur dari Kalimantan Utara meliputi minyak kelapa sawit mentah, udang beku, kayu, dan ikan beku.

“Dari total transaksi perdagangan tersebut, Jatim menyuplai hampir separuh komoditas yang ada di Kaltara. Tepatnya sebesar 48,01% dari total pembelian Kaltara. Kami juga ingin
mendorong agar produk-produk dari Kaltara bisa dipasarkan juga di Jatim,” ujarnya.

Wagub Emil menambahkan, pihaknya akan terus intensif mengkolaborasikan pelaku usaha dari kedua provinsi. Salah satu contohnya, pelaku usaha pengolahan rumput laut yang ada di
Jatim bisa menyuplai bahan bakunya dari Kaltara.

“Hal-hal inilah yang ingin kita dorong. Kami datang ke sini untuk mengeksplorasi potensi-potensi mana saja dari Jatim dan Kaltara yang bisa dikolaborasikan,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Iwan, acara misi dagang dan investasi kali ini juga menampilkan total 150 produk unggulan dari kedua provinsi, terdiri dari 50 pelaku usaha dari Jatim dan 100 pelaku usaha dari Kaltara.

“Kemudian hari ini juga akan diselenggarakan penandatanganan MoU antara OPD di Jatim dan Kaltara, Pelaku Usaha, dan asosiasi,” imbuhnya.

Terdapat 11 PKS antar OPD Jatim dan Kaltara yang ditandatangani pada hari ini, diantaranya antara OPD Jatim dan OPD Kaltara, diantaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Timur dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Prov. Kalimantan Utara, Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jawa Timur dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Prov. Kalimantan Utara, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jawa Timur dengan Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Kalimantan Utara.

Kemudian Dinas Perkebunan Prov. Jawa Timur dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Kalimantan Utara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jawa Timur dengan Dinas Pariwisata Prov. Kalimantan Utara, Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jawa Timur dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kalimantan Utara, Dinas Kehutanan Prov. Jawa Timur dengan Dinas Kehutanan Prov. Kalimantan Utara.

Lalu DPMD Prov. Jawa Timur dengan DPMD Prov. Kalimantan Utara, DPMPTSP Prov. Jawa Timur dengan DPMPTSP Prov. Kalimantan Utara, Dinas Peternakan Prov. Jawa Timur dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Kalimantan Utara, dan yang terakhir BKD Prov. Jawa Timur dengan BKD Prov. Kalimantan Utara.

Tak hanya dari unsur pemerintahan saja, Perjanjian Kerja Sama juga diselenggarakan antara unsur pelaku usaha asosiasi pengusaha di kedua provinsi.

Sementara itu, Sekdaprov Kaltara Suriansyah mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan kontribusi daerah dalam perekonomian nasional. Di hadapan Wagub Emil dan jajarannya, Sekdaprov Kaltara Suriansyah menyampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Utara berbatasan langsung dengan Malaysia dan memiliki potensi kekayaan sumber daya alam yang luar biasa terutama pada sektor pertambangan minyak bumi gas alam dan batubara dan energi baru dan terbarukan.

“Kami terus berusaha cepat merespon peluang yang bisa meningkatkan posisi yang memungkinkan untuk menawarkan produk untuk dijual ke pasar internasional sangat besar.
Baik sebagai tempat transit maupun tempat terjadinya transaksi. Sebab, kami berada di antara segitiga emas yang menghubungkan Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Malaysia. Jadi menguntungkan karena dapat dijadikan Kalimantan tempat transit maupun terjadinya transaksi,” ujarnya.

Selain itu, Provinsi Kalimantan Utara juga tengah membangun Proyek Strategis Nasional sesuai Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yaitu pembangunan Pembangkit Listrik
Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan dan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI).

Sekdaprov Kaltara Suriansyah juga meminta kepada jajaran OPD dan BUMD yang baru saja menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk bisa memanfaatkan momentum ini agar
dapat mengembangkan hubungan perekonomian antara Kaltara dan Jatim. Sebagai provinsi yang baru saja dibentuk pada tahun 2012 lalu, Sekdaprov Kaltara Suriansyah bermaksud untuk menimba ilmu dan belajar dari keberhasilan Jatim selama ini.

“Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh institusi dan organisasi yang menandatangani perjanjian kerjasama segera menyusun rencana aksi dan langkah-langkah implementasi dari
rencana yang telah disepakati bersama. Sehingga dalam waktu dekat akan memberikan dampak bagi peningkatan perekonomian,” tandasnya. (rie)

No More Posts Available.

No more pages to load.