BEI : Transaksi Pasar Modal Jatim  Peringkat 3 Tertinggi se Indonesia,

oleh -78 Dilihat

Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur Dewi Sriana Rihantyasni (kilasjatim.com/Nova)

KILASJATIM.COM, Surabaya –  Bursa Efek Indonesia BEI mencatat transaksi pasar modal di Provinsi Jawa Timur  sepanjang  tahun 2022 mencapai Rp. 346.071.270.346.362,- atau peringkat ke-3 tertinggi se Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur Dewi Sriana Rihantyasni mengatakan, dari jumlah tersebut  Single Investor Identification (SID) Pasar Modal tercatat 1.360.011 atau naik 36,47 persen dan SID Saham 587.974 investor atau naik 29,10%.

“SID pasar modal terjadi penambahan 363.437 investor sedangkan SID saham bertambah 132.538 investor. Investor pasar modal Jawa Timur didominasi kalangan milenial atau usia 30 tahun ke bawah sebanyak 350.142 investor,” ujar Dewi Sriana pada workshop wartawan pasar modal, Selasa, (24/1/2023).

Diakui Dewi Sriana yang dipanggil akrab Ana, meski secara pertumbuhan SID saham tahun 2022 lalu tidak sebanding dengan tahun 2021 yang mencapai pertumbuhan seratus persen lebih, namun tren positif pertumbuhan SID di Jawa Timur patut dibanggakan.

“Jumlah SID pasar Modal Jatim sampai dengan Desember 2022 sebesar 13 persen lebih dari total sepuluh juta lebih, sedangkan secara YoY kenaikan jumlah SID pasar modal Jatim sebesar tiga puluh enam persen lebih, mendekati kenaikan SID pasar modal nasional, itu semua mencakup SID Saham, SID Reksadana, SID E-Bae dan SID SBN”, tandasnya

Di tahun 2023 ini BEI terus mendorong peningkatan nilai transaksi dan investor. Ada empat sasaran prioritas yang menjadi sasaran edukasi keuangan sebagaimana tertuang dalam SNLKI 2021-2025.

“Pada tahun ini melalui program Jariaah, Belajar Bersama Terkait Pasar Modal Syariah dan program Aksi Terpadu Disabilitas, BEI akan memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pasar modal untuk disabilitas. Meski Kami menyasar ke santri dan disabilitas, tapi untuk kalangan UMKM, desa, pelajar tetap kami lakukan edukasi,” paparnya.

2023 ini tugas BEI sesuai tema dan sasaran OJK adalah memperkuat ketahanan financial melalui peningkatan literasi keuangan yang inklusif dengan beberapa sub tema salah satunya yaitu menginisiasi masyarakat desa yang cakap keuangan antara lain dengan edukasi bagi perangkat desa, disamping meningkatkan penggunaan media digital.

“Dari sepuluh sasaran prioritas kegiatan edukasi keuangan, tahun 2023 ini kami mendapat rekomendasi empat sasaran prioritas yakni pelaku UMKM, Masyarakat daerah 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar), penyandang disabilitas dan pelajar atau santri,” tegasnya.

Untuk  Jawa Timur tercatat ada 50 anggota bursa terbagi  39 berada di Surabaya, 1 di Sidoarjo dan 10 di Malang. Selain itu, jumlah aset manajemen ada 9, emiten 47 dan galeri investasi sebanyak 80 tersebar di 20 kota di Jawa Timur. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.