Siapkan Dana Rp 45 miliar PLN Optimis 22 desa Di Madura Teraliri Listrik

oleh

Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi Distribusi Jawa Timur, Dwi Suryo saat menjelaskan jaringan pembangkit listrik di Paiton Sabtu 22/9/2018)

 

JEMBER, kilasjatim.com: – PT PLN Distribusi Jawa Timur (Jatim) optimis tahun 2019 seluruh desa di Jatim bakal teraliri listrik PLN. Saat ini tercatat 22 desa yang masih menggunakan penerangan bukan dari sambungan listrik milik PNS.

Diantaranya di sepanjang, Pulau Raas, dan sekitarnya. Saat ini, listrik yang mereka nikmati masih menggunakan turbin secara patungan yang hanya mampu menerangi listrik maksimal hanya 7 jam sehari.

“Ada yang pakai listrik mandiri. 22 yang kami pastikan akan teraliri listrik tersebut berada di sembilan pulau di wilayah Sumenep,” kata Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi Distribusi Jawa Timur, Dwi Suryo kepada sejumlah media di Jawa Timur saat gelaran media gathering di Jember 22 – 23 September 2018.

Di Sumenep Madura terdapat banyak kepulauan dari 8.501 desa di Jatim, hanya tinggal ada 22 desa di sembilan pulau di Sumenep tersebut yang menjadi target sasaran untuk segera direalisasikan untuk teraliri listrik

Saat ini persiapan sudah dilakukan dan dalam tahap koordinasi dengan aparat pemerintahan setempat. Koordinasi terkait dengan lahan yang akan digunakan. untuk menempatkan mesin pembangkit milik PLN. Nantinya di setiap pulau akan ditempatkan. minimal 2 genset atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat atau total di setiap kepulauan sebanyak 18 unit genset diantaranya akan ditempatkan di sepanjang, Pulau Raas, dan sekitarnya.

Saat ini, listrik yang mereka nikmati masih menggunakan turbin secara patungan yang hanya mampu menerangi listrik maksimal hanya 7 jam sehari.

Sengan strategi menempatkan genset itu, berharap rasio elektrifikasi di Sumenep dan Jatim pada umumnya akan semakin tinggi. Saat ini, rasio elektrifikasi Jatim mencapai 93,41 persen dan ditargetkan bakal mencapai 100 persen di tahun 2020.

Mengapa hanya dengan menggunakan genset, karena 22 desa itu berada di pulau jauh. Genset lebih efisien ketimbang pembangkit listrik tenaga uap yang memerlukan biaya lebih besar lagi dan prosesnya lebih lama. Selain itu sarana angkutan untuk menuju ke pulau tersebut sangat terbatas dan kemampuanya juga tidak bisa maksimal,” tukas Dwi.

Disinggung dana investasi membutuhkan sekitar Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar per pulau atau sekitar Rp 45 miliar untuk 22 desa di sembilan pulau. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *