KIALSJATIM.COM, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur menyoroti masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayahnya. Sepanjang Operasi Keselamatan Semeru 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan yang menewaskan 10 orang, melukai 51 korban luka berat, dan 803 korban luka ringan.
Data itu disampaikan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Surabaya, Senin (2/2/2026).
“Tingginya angka kecelakaan dipengaruhi meningkatnya pelanggaran lalu lintas serta rendahnya disiplin dan pemahaman masyarakat soal keselamatan berkendara,” ujar Pasma.
Untuk menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan disiplin berlalu lintas, Polda Jatim menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, mulai 2–15 Februari 2026. Operasi ini menjadi bagian dari rangkaian pengamanan menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.
Sebanyak 5.020 personel diterjunkan dalam operasi ini. Rinciannya, 395 personel Satgas Polda Jatim dan 4.625 personel satuan kewilayahan.
Pasma menjelaskan, penindakan akan difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Sasaran utama meliputi kendaraan over dimension over loading (ODOL), melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, penggunaan knalpot brong, serta pelanggaran prioritas lainnya.
“Penegakan hukum dilakukan secara selektif dengan mengoptimalkan ETLE agar penindakan lebih transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar bertugas secara profesional, mengutamakan keselamatan masyarakat, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menjaga kondisi kesehatan selama operasi berlangsung.
Operasi ini diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.(cit)




