KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan percepatan tanam padi di berbagai wilayah sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang pada 2026. Gerakan ini dilaksanakan serentak mengikuti arahan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di wilayah Jawa Timur.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan percepatan tanam menjadi strategi penting agar masa tanam tidak terganggu saat puncak musim kemarau tiba. Kegiatan tanam serentak dipusatkan di lahan Kelompok Tani Gunung Saprojo, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, dengan luas sekitar 2,5 hektare.
“Ini salah satu upaya antisipasi menghadapi musim kemarau panjang, dengan mempercepat masa tanam sebelum puncak kemarau,” ujar Ipuk, Jumat (24/4/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan total luas tanam serentak pada periode ini mencapai 672 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah. Percepatan dilakukan dengan memanfaatkan sisa musim hujan yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir April.
“Ketersediaan air saat ini masih mencukupi untuk mendukung fase awal pertumbuhan padi sebelum memasuki musim kemarau,” kata Danang.
Langkah percepatan tanam ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur yang saat ini telah mencapai 46,16 persen atau setara 173.320 hektare.
Danang menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh kelompok tani untuk mempercepat masa tanam sekaligus meningkatkan pemantauan kondisi tanaman serta sumber air di masing-masing wilayah.
Dengan percepatan ini, Pemkab Banyuwangi berharap produksi padi tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah dapat dipertahankan di tengah potensi kemarau panjang yang diprediksi terjadi tahun ini.(wa)




