Cuaca Ekstrem dan Empati, Khofifah Minta Tanpa Kembang Api

oleh -873 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun 2025 menuju 2026. Ia mengajak daerah mengisi malam tahun baru dengan doa bersama sebagai bentuk empati dan refleksi.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, yang menimbulkan korban jiwa dan dampak sosial luas.

Khofifah menilai, pergantian tahun sepatutnya dimaknai dengan kepedulian terhadap sesama.

“Pergantian tahun sebaiknya kita isi dengan doa bersama. Saudara-saudara kita di beberapa daerah sedang berduka akibat bencana,” kata Khofifah, Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, doa bersama dapat menjadi simbol solidaritas nasional sekaligus momentum memperkuat nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah berbagai tantangan.

Selain faktor kemanusiaan, Khofifah juga menyinggung potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai di akhir dan awal tahun.

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak curah hujan di Jawa Timur pada Desember 2025 berada di kisaran 20 persen, meningkat tajam pada Januari 2026 mencapai 58 persen, lalu 22 persen pada Februari 2026.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai perayaan tahun baru tanpa keramaian lebih tepat dilakukan demi keselamatan masyarakat.

Khofifah pun mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat, untuk terlibat aktif menggelar doa bersama di wilayah masing-masing.

“Mari kita sambut Tahun Baru 2026 dengan doa dan kepedulian. Semoga bangsa ini dijauhkan dari bencana dan diberi kekuatan untuk bangkit bersama,” tutupnya. (FRI) 

Baca Juga :  Pasar Murah Jatim Diserbu Warga Pamekasan Jelang Lebaran

No More Posts Available.

No more pages to load.