Jatim Juga Batasi Penggunaan Gadget, Siswa Fokus atau Justru Terkendala?

oleh -1354 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto: dok Diskominfo Jatim

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kebijakan pembatasan penggunaan gadget di SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur mulai 13 April 2026 menuai pro dan kontra di kalangan siswa dan guru. Aturan ini dinilai mampu meningkatkan fokus belajar, namun juga berpotensi menghambat pembelajaran digital.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan penggunaan gadget di sekolah hanya untuk kepentingan pembelajaran dan harus dalam pengawasan guru. Di luar itu, penggunaan tidak diperkenankan selama jam pelajaran.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut kebijakan ini bertujuan melindungi siswa dari dampak negatif penggunaan gadget yang tidak terkontrol.

“Penggunaan gadget perlu diatur agar pembelajaran aman dan tetap berorientasi pada penguatan karakter,” ujarnya, Selasa (14/4).

Sejumlah guru menyambut kebijakan ini karena dinilai dapat mengurangi distraksi di kelas. Pembatasan gadget disebut membantu siswa lebih fokus pada materi dan interaksi langsung.

“Kalau tidak dibatasi, siswa mudah terdistraksi. Dengan aturan ini, pembelajaran lebih kondusif,” ujar salah satu guru SMA di Surabaya.

Namun, di sisi lain, sebagian guru menilai pembatasan perlu diterapkan secara fleksibel. Pasalnya, metode pembelajaran saat ini banyak bergantung pada perangkat digital.

“Sekarang banyak materi berbasis digital. Kalau terlalu ketat, justru bisa menghambat proses belajar,” kata guru lainnya.

Respons serupa datang dari siswa. Sebagian mendukung karena membantu mengurangi ketergantungan pada ponsel. Namun ada pula yang merasa aturan ini menyulitkan, terutama saat mengakses materi atau mengerjakan tugas daring.

“Kalau untuk fokus belajar bagus, tapi kadang butuh HP untuk cari materi,” ujar seorang siswa.

Di sejumlah sekolah, penerapan dilakukan dengan mewajibkan siswa menyimpan ponsel di kotak khusus selama kegiatan belajar. Gadget hanya digunakan saat diperlukan untuk pembelajaran.

Baca Juga :  Ribuan Pemudik Gratis Diberangkatkan, Tekan Risiko Kecelakaan

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai memastikan kebijakan ini akan terus dievaluasi. “Kami lakukan pengawasan dan evaluasi berkala agar penerapannya tetap efektif,” ujarnya.

Pemprov Jatim juga melibatkan orang tua dalam pengawasan penggunaan gadget di luar sekolah untuk memastikan konsistensi aturan.(FRI/cit)