Deklarasi Kader Moderasi Beragama dan Sosialisasi PAKEM

oleh -909 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Kegiatan Deklarasi Kader Moderasi Beragama dan Sosialisasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (PAKEM) di Kabupaten Bondowoso berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, yang memberikan sambutan serta pesan kuat mengenai pentingnya moderasi beragama bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan rasa syukur serta penghargaan kepada Kejaksaan Negeri Bondowoso, Kementerian Agama Bondowoso, dan FKUB yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia juga memberikan apresiasi kepada siswa SMA, SMK, dan MA—baik negeri maupun swasta—yang telah berkomitmen menjadi Kader Moderasi Beragama.

Bupati menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara beragama yang adil, seimbang, dan menghargai perbedaan, baik antarumat beragama maupun sesama umat dalam satu agama.

“Moderasi beragama tidak melemahkan keyakinan kita. Sebaliknya, moderasi menguatkan cara kita beragama agar membawa kedamaian, bukan perpecahan,” tegas Bupati Abdul Hamid Wahid.Senin (17/11/2025).

Ia menegaskan bahwa para pelajar yang dilantik sebagai kader merupakan duta perdamaian di lingkungan sekolah dan masyarakat. Menurutnya, generasi muda Bondowoso memiliki peran strategis dalam merawat toleransi, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air.

“Saya titipkan harapan besar kepada adik-adik semua. Jadilah generasi yang menjaga keharmonisan dan menghidupkan nilai-nilai moderasi di mana pun berada,” ujarnya.

Bupati juga menekankan bahwa Bondowoso dikenal sebagai daerah religius dengan kearifan lokal yang kuat. Melalui penguatan moderasi beragama, ia optimistis karakter rukun, beriman, dan berkemajuan di Bondowoso akan semakin kokoh.

Ia mengingatkan bahwa deklarasi ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata oleh para pelajar—mulai dari membangun dialog lintas agama, menghormati perbedaan, hingga menebarkan semangat gotong royong.

Baca Juga :  Pemkab Bondowoso Serius Pantau Reaktivasi Jalur Kereta Api Kalisat–Panarukan

“Saya berharap gerakan moderasi beragama ini benar-benar hidup di sekolah, di rumah, dan di tengah masyarakat,” tutup Bupati Abdul Hamid Wahid.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.