Bupati Bondowoso Tegaskan Arah Investasi Hijau dalam Bondowoso Investment Gathering (BIG) 2025

oleh -1743 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat posisinya sebagai daerah tujuan investasi yang berdaya saing dan berorientasi keberlanjutan. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Bondowoso,  Abdul Hamid Wahid, dalam sambutan pembukaan Bondowoso Investment Gathering (BIG) 2025 yang digelar di Ijen View Hotel.Rabu (18/12/2025).

Dalam forum strategis yang dihadiri investor, pelaku usaha, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait tersebut, Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan bahwa Bondowoso hadir menawarkan peluang investasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga selaras dengan prinsip pembangunan hijau dan berkelanjutan.

“Pada kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkenalkan Investment Project Ready to Offer atau IPRO, yakni dokumen penawaran proyek investasi yang disusun berdasarkan potensi riil daerah, aktivitas ekonomi yang telah berjalan, serta sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan nasional,” ujar Bupati.

Menurutnya, IPRO menjadi bentuk kesiapan pemerintah daerah dalam memberikan kepastian kepada investor. Seluruh proyek yang ditawarkan telah melalui kajian matang dan berbasis pada potensi unggulan Bondowoso.

Bupati menjelaskan bahwa penawaran investasi Kabupaten Bondowoso dibangun di atas tiga pilar hijau utama. Pilar pertama adalah pertanian dan perkebunan berkelanjutan yang selama ini menjadi fondasi perekonomian daerah. Komoditas unggulan seperti kopi, tembakau, dan tebu dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi dan penguatan agroindustri.

“Sektor pertanian menyumbang lebih dari 28 persen PDRB dan menyerap lebih dari 42 persen tenaga kerja. Ke depan, investasi kami arahkan pada hilirisasi, pertanian organik, penguatan agribisnis, dan agroindustri berkelanjutan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan investor,” tegasnya.

Pilar kedua yang ditawarkan adalah energi terbarukan. Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen disebut sebagai aset strategis Bondowoso dalam mendukung transisi energi bersih nasional. Pemerintah daerah, kata Bupati, membuka peluang investasi hijau jangka panjang dengan pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemkab Bondowoso Revisi Perda LP2B, Cari Titik Temu Pembangunan dan Perlindungan Lahan Pertanian

“Bondowoso berkomitmen berperan aktif dalam agenda energi berkelanjutan nasional. Energi terbarukan bukan hanya peluang ekonomi, tetapi juga investasi masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, pilar ketiga adalah pariwisata alam dan Ijen Global Geopark yang telah mendapatkan pengakuan internasional. Pengakuan tersebut memperkuat posisi Bondowoso sebagai destinasi pariwisata berbasis konservasi, edukasi, dan keberlanjutan.(wan)