1.400 Penari Ikuti Prosesi Sakral Meras Gandrung Jelang Gandrung Sewu 2025

oleh -1077 Dilihat

KILASJATIM.COM, BANYUWANGI – Sehari menjelang pagelaran kolosal Gandrung Sewu 2025, sebanyak 1.400 penari mengikuti prosesi sakral Meras Gandrung di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jumat (24/10/2025). Tradisi turun-temurun ini menjadi tahapan penting yang wajib dilalui sebelum ribuan penari tampil dalam ajang budaya tahunan kebanggaan Banyuwangi tersebut.

Prosesi Meras Gandrung dipimpin langsung oleh gandrung senior legendaris Banyuwangi sebagai simbol penyucian diri dan memohon restu sebelum tampil di panggung utama. Suasana berlangsung khidmat di tepi pantai, diiringi doa serta tabuhan musik tradisional khas Using yang menambah nuansa magis.

Dari total 1.400 penari yang terlibat, sekitar 200 di antaranya berasal dari luar Banyuwangi seperti Malang, Kediri, Gresik, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo, Bali, dan Situbondo. Bahkan sejumlah diaspora Banyuwangi dari Sorong, Sumatera Selatan, hingga satu penari asal Amerika Serikat turut ambil bagian dalam prosesi tersebut.

Salah satunya Dian Novita, penari tradisional asal Tegaldlimo yang kini tinggal di Amerika Serikat. Ia mengaku terharu bisa mengikuti langsung ritual sakral ini.
“Meras Gandrung hari ini sangat magis sekali. Saya sampai merinding karena ini pertama kalinya saya menyaksikannya langsung,” ujar Dian.

Dian menambahkan, seluruh penari telah berlatih keras dan siap memberikan penampilan terbaik pada pementasan utama esok hari. “Tinggal istirahat yang cukup dan makan teratur. Semoga semuanya dilancarkan dan tidak ada halangan apa pun,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Tri Wahyu Puspitasari (20), penari asal Sorong, Papua Barat Daya, yang datang bersama dua rekannya. “Setelah mengikuti prosesi Meras Gandrung, jujur saya terharu dan merinding. Kami jauh-jauh datang ke Banyuwangi untuk merasakan suasana ini. Rasanya luar biasa menari bersama ribuan penari dari Banyuwangi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cegah Sejak Dini, MPLS 2025 Sisipkan Edukasi Narkoba dan Judi Online

Rombongan penari dari Sorong mendapat dukungan langsung dari Wakil Bupati Sorong Sutejo dan jajarannya yang hadir di lokasi untuk memberi semangat. “Kami sekaligus belajar dari semangat masyarakat Banyuwangi yang mampu menggelar event budaya sebesar ini hingga dikenal ke luar negeri,” ujar Sutejo.

Sementara itu, Fitriyatul Sakila (19), penari asal Pasuruan, mengaku bangga bisa tampil dalam ajang impiannya sejak kecil. Ia menuturkan telah belajar tari Gandrung secara privat demi bisa lolos tampil di Gandrung Sewu.
“Rasanya merinding dan tidak menyangka bisa ikut prosesi ini. Harapannya besok acara berlangsung lancar dan meriah,” kata Sakila.(zul)

No More Posts Available.

No more pages to load.