Perkuat Diplomasi Ekonomi, Khofifah Ajak 14 Dubes RI Promosikan Potensi Daerah

oleh -604 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah berfoto bersama 14 duta besar RI di Gedung Grahadi. (Foto: Humas Pemprov/kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Menjadi penyumbang terbesar kedua Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nasional setelah DKI Jakarta, Provinsi Jawa Timur terus mendorong serta perkuat diplomasi ekonomi sekaligus mempromosikan Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara.

Menurut Gubernur Khofifah Indar Parawansa, peran diplomasi sangat penting untuk membuka pasar internasional bagi produk unggulan, wisata, dan potensi investasi Jawa Timur. “Kami berharap para duta besar bisa ikut memperjuangkan potensi ekonomi Jatim di negara sahabat,” katanya usai menerima 14 duta besar dan calon duta besar Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (10/9/2025) malam.

Khofifah menyebut, memiliki sejumlah proyek strategis yang akan memperkuat daya saing, seperti tol Ngawi–Bojonegoro–Tuban–Lamongan–Manyar–Bunder, pengendalian banjir Kali Lamong, SPAM Umbulan, hingga rencana kereta gantung di Batu.

Secara ekonomi ungkap Khofifah, pada triwulan II-2025, ekonomi Jatim tumbuh 3,09 persen dibanding triwulan sebelumnya, dengan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi 16,53 persen. Secara tahunan, pertumbuhan mencapai 5,23 persen, didorong oleh jasa perusahaan yang tumbuh 9,76 persen.

“Peningkatan ini menunjukkan kinerja yang positif,” imbuhnya.

Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian Luar Negeri sekaligus calon Dubes RI untuk Vietnam, Adam Mulawarman Tugio, menegaskan dukungan Kemenlu terhadap diplomasi ekonomi daerah. “Jatim dipilih karena punya potensi besar untuk dikembangkan bersama mitra internasional. Kami siap membantu memperluas pasar ekspor dan investasi,” katanya.

Para duta besar juga melakukan kunjungan lapangan ke sektor manufaktur dan perikanan. Mereka menilai Jawa Timur memiliki peluang kerja sama besar, terutama dengan negara-negara Timur Tengah yang memiliki sumber pembiayaan kuat, serta melalui investasi keluar negeri (outbound investment) dengan memanfaatkan jejaring diaspora di Eropa.

Baca Juga :  Daftar Jemaah Haji Embarkasi Surabaya yang Wafat Bertambah, Total Capai 7 Orang

Khofifah menutup pertemuan dengan optimisme. Ia berharap diplomasi ekonomi melalui para duta besar bisa membuka jalan baru bagi ekspor, investasi, dan kolaborasi strategis. “Insyaallah peluang ekonomi Jatim bisa diperjuangkan di tingkat global,” pungkas mantan Menteri Sosial ini.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.