Tinjau Pemberian Honor Marbot Musala dan Penjaga Rumah Ibadah, Laila: Harus Tambah Giat

oleh -331 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya: Ribuan Marbot musala dan penjaga rumah ibadah di Surabaya telah terdaftar mendapatkan honor sebesar Rp 400 ribu per bulan. Honor diserahkan secara bergelombang di seluruh wilayah Surabaya. Di kecamatan Sawahan misalnya, terlihat ada puluhan marbot mendatangi kantor kecamatan untuk melakukan pencairan honor.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah hadir meninjau langsung pencairan honor marbot. Kedatangannya ini untuk membangkitkan semangat dan mengajak agar marbot semakin giat bertugas.

“Harus tambah giat. Jangan dilihat dari nilainya. Tapi ini sebagai bentuk perhatian Pemkot Surabaya kepada warganya, harus diapresiasi. DPRD juga ikut senang karena yang menginisiasi program pemberian honorarium marbot hingga terealisasi hari ini,” kata Laila, Senin, 22/4/2024.

Selama ini Laila melihat, marbot yang membersihkan musala dan rumah ibadah itu selalu mencerminkan ketulusan dan keikhlasan. Mereka bekerja tanpa pamrih, karena selama ini mereka tidak ada yang menggaji. Kalaupun selama ini ada marbot yang dibayar, hal itu hanya berlaku di masjid-masjid besar.

“Mereka adalah wajah-wajah surga yang dengan tulus mengurus tempat ibadah. Mulai dari membersihkan dengan rutin hingga bekerja serabutan untuk tempat ibadah. Wajah mereka telah mengetuk kami untuk terus memperjaungkan hak mereka,” tambahnya.

Apalagi di saat yang sama, modin, kader kesehatan, hingga RT juga sudah mendapat honor bulanan. Fraksi PKB dengan Intensif mengupayakan realisasi honor untuk para marbot.

“Fraksi PKB terus mendorong langsung kepada Wali Kota Surabaya Pak Eri Cahyadi untuk memberi penghargaan kepada para marbot. Selama ini, mereka bertugas untuk umat. Akhirnya Pak Wali bisa memahami hingga honor itu terealisasi,” kata Laila.

Saat ini, ada belasan ribu marbot dan penjaga rumah ibadah di seluruh Surabaya. Namun saat ini baru 1.945 orang yang terdaftar penerima honor. Nantinya bertahap akan diperhatikan honor para marbot ini.

Baca Juga :  Jelang Akhir Tahun, DPRD Surabaya Optimalkan Pengawasan

Dari 1.945 itu, sebanyak 1.600 adalah marbot atau muslim dan 345 sisanya adalah penjaga tempat ibadah non muslim. Untuk bisa mendapatkan honor bulanan itu, mereka harus diseleksi dengan lolos administrasi. Salah satu yang utama adalah ber-KTP atau KK Surabaya. Kemudian mereka juga mengajukan lewat aplikasi yang sudah disiapkan Bagian Kesra Pemkot Surabaya.

Laila mengakui bahwa belum semua marbot bisa tercover. Namun dirinya akan mengupayakan terus menambah kuota setiap tahun. Asal memenuhi kualifikasi. “Tentu APBD Kota Surabaya juga terbatas dan tidak hanya untuk honor marbot. Tapi Fraksi PKB akan terus memperjuangkan hak marbot,” kata Laila.

Pada kesempatan yang sama, Kasmidi, menjadi marbot musala di Simo Sidomulyo, Kecamatan Sawahan mengaku sangat senang dan bersyukur mendapatkan tambahan penghasilan dan perhatian dari DPRD Kota Surabaya serta Pemkot. Surabaya. Meski nilainya tidak banyak, namun honor itu sudah sangat membantu. Daripada tidak ada honor sama sekali seperti selama ini. Selama ini, Kasmidi berjualan nasi geprek.

“Alhamdulillah bisa untuk tambahan pendapatan dan bisa dipastikan. Selama ini kami belum pernah menerima honor bulanan dari siapa pun. Ini menjadi penyemangat kami untuk bertugas menjadi marbot di Musala,” kata Kasmidi.

Sementara itu, Andreas mengaku, dengan adanya insentif ini maka secara otomatis membuat marbot semakin rajin  membersihkan dan menjaga rumah ibadah.

“Semula kerja ikhlas, kadang dapat dari santunan, sekarang puji Tuhan ada perhatian,” tutur Andreas, warga Katolik yang sehari-hari menaruh atensi terhadap Gereja Santo Vincentius di Sawahan.(ADV/den)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.