Pemprov Jatim Gelar Festival Ekonomi Milenial

oleh
Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak membuka acara.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemprov Jatim menggelar Festival Ekonomi Milenial. Festival ini membidik generasi milenial untuk menggenjot perekonomian di Jatim.

Acara ini merupakan pilot project dari program Pemprov Jatim, Millennials Job Center (MJC) yang masuk dalam program Nawa Bhakti Satya. Saat membuka acara, Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, MJC menghadirkan ekonomi kreatif dengan konsep lebih inklusif. Baik secara desain maupun segmen.

Emil juga menyebut, potensi ekonomi kreatif dan gig economy sangat besar dan saling mendukung. Menurutnya, Jatim provinsi pertama yang menjemput era gig economy. MJC ini juga menjembatani peluang freelancer atau calon talenta yang memiliki pengalaman.

“MJC menyiapkan talent, mentor dan klien menyambut gig economy global,” kata Emil di Grand City Surabaya, Jumat (13/12).

BACA JUGA: Menjangkau Nasabah Milenial, Bank Jatim Buka Kantor Kas di Pusat Perbelanjaan

Emil menyebut, ada dua hingga tiga persen pertumbuhan ekonomi di Jatim didongkrak oleh sektor ekonomi kreatif. Sebab, potensi ekonomi kreatif di tiap kabupaten tidak bisa terpisahkan dengan ekonomi secara umum.

Menurutnya, Festival Ekonomi Milenial 2019 sekaligus menjadi pedoman dan aksi pelaksanaan pada tahun mendatang. Festival itu menggabungkan produk ekonomi kreatif dengan MJC sebagai salah satu penggerak atau inisiator.

Pameran perdana ini melibatkan 16 sub sektor ekonomi kreatif. Antara lain kuliner, musik, seni rupa, kriya hingga bidang digital. Pameran ini berlangsung selama tiga hari mulai 13 hingga 15 Desember 2019 dengan menampilkan produk ekonomi kreatif unggulan Jatim.

Pembukaan diikuti 300 peserta dari berbagai sektor. Mulai bupati dan wakil bupati, talenta, mentor, narasumber, komunitas, maupun insan kreatif. Selain tampilan booth, acara juga dikemas menarik melalui berbagai workshop, kolaborasi video mapping dan beragam hiburan.

BACA JUGA: Bupati Anas Ajak Milenial Sokong Pembangunan Banyuwangi ke Depan

Di kesempatan yang sama, Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sekdaprov Jatim, Dyah Wahyu Ermawati mengatakan, ide kreatif akan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif para anak muda.

“Nantinya ekonomi kreatif dan MJC bersinergi mendukung pertumbuhan ekonomi Jatim,” ujar Erma.

Erma menambahkan, road map pembangunan ekonomi kreatif telah disusun di Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim agar tahun mendatang menemukan cluster sub sektor potensial. Sehingga wajah ekonomi kreatif Jatim makin kuat dan makin dikenal.

Hal ini bertujuan untuk memunculkan gig workers masa mendatang serta memfasilitasi insan ekonomi Jatim untuk membangun jaringan. Menurut Erma, ekonomi kreatif bukan sekadar gagasan ide, namun juga berguna untuk memperluas kemampuan dalam bidang sosial, budaya hingga ekonomi.

“Nah, jika potensi tersebut di-explore, maka diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru,” pungkasnya. (kominfo/kj6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *