National Hospital Tangani Parkinson dengan DBS, Apa itu? Ini Penjelasannya. 

oleh -206 Dilihat

Dr dr Achmad Fahmi SpBS(K)SubspNF FINPS IFAANS. (kilasjatim.com/Nova)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pernah mendengar penyakit Parkinson? Bulan ini, dunia tengah memeringati bulan Parkinson.

 Nah, perlu diketahui jika parkinson bukan menjadi penyakit yang baru muncul. Penyakit Parkinson mulai dikenalkan sejak 207 tahun silam oleh James Parkinson. James Parkinson adalah salah seorang dokter dari London, Inggris.

Informasi yang dihimpun tim National Hospital, dalam rentang waktu 1990 – 2015 ada peningkatan dua kali lipat jumlah penderita Parkinson di dunia. Angkanya menyentuh 6,5 juta penderita pada 2015 lalu di dunia. Diproyeksikan, penderita Parkinson bakal menggemuk hingga 14 juta pasien pada 2040 mendatang.

Sejak 2014 lalu, National Hospital tak berhenti menjaga asa bagi para penderita Parkinson di Indonesia bahkan di dunia. Mulai 2014, National Hospital yang diinisiasi oleh Dr dr Achmad Fahmi SpBS(K)SubspNF FINPS IFAANS masif mengenalkan salah satu cara untuk mengobati Parkinson.

Fahmi mengatakan, parkinson (Parkinsons disease) merupakan suatu penyakit system saraf pusat yang bersifat menahun dan progresif. Saat ini, penyebab dari penyakit Parkinson ini masih belum diketahui secara pasti.

 “Secara mekanisme berhubungan jika Parkinson ini muncul akibat dari adanya kerusakan sel saraf substantia nigra yang menghasilkan zat dopamine pada otak. Parkinson merupakan salah satu jenis penyakit kelainan gerak (movement disorders). Gejala yang seringkali terjadi  adalah Tremor, Rigidity, Akinesia, Postural instability,” tutur Dr dr Achmad Fahmi SpBS(K)SubspNF FINPS IFAANS.

Penanganan pada penyakit Parkinson yang diakui di seluruh dunia saat ini melalui pemberian atau konsumsi obat-obatan hingga tindakan operasi Deep Brain Stimulation (DBS) dan Stereotaktik Brain Lesion (SBL). Tahun ini menjadi momen 10 tahun National Hospital melakukan tindakan operasi DBL.

Baca Juga :  National Hospital Resmikan Ambulance Smart Centre Terkoneksi di New IGD, Bantu Pasien Stroke di Golden Periode

Pada 2014 National Hospital sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang di inisiasi oleh Dr dr Achmad Fahmi SpBS(K)FINPS FAANS sebagai dokter pertama yang melakukan tindakan operasi pemasangan DBS di Indonesia kala itu dan mengajak Medtronic untuk menghadirkan alat Deep Brain Stimulation (DBS) agar tersedia dan dapat digunakan oleh pasien-pasien Parkinson.

Pasien pertama yang diimplan dengan neurostimulator non-rechargeable ACTIVA PC menunjukkan hasil yang sangat memuaskan, mencerminkan efektivitas dan keamanan teknologi yang digunakan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pada tahun 2024 ini menandakan Kerjasama 10 tahun antara National Hospital dan DBS Medtronic dalam memberikan pelayanan kepada pasien Parkinson di Indonesia. CEO National Hospital Ang Hoey Tiong menuturkan, saat ini lebih dari 141 pasien Parkinson yang berhasil dilakukan pemasangan DBS di Indonesia.

Saya berharap momen 10 tahun ini menjadi pengingat bersama jika fasilitas kesehatan di Indonesia ini tidak kalah dengan luar negeri. Penanganan Parkinson terpadu bisa dilakukan di dalam negeri di National Hospital, kami ada National Hospital Neuroscience Center, terang Ang Hoey Tiong.

CIO National Hospital Alexander Ang menambahkan, National Hospital memiliki banyak Center of Excellence. Kehadiran Center of Excellence itu dinilai sebagai bentuk upaya National Hospital untuk menyediakan layanan kesehatan yang prima dan terpadu.

“Di National Hospital Neuroscience Center itu ada layanan epilepsy, tumor otak, aneurisma, hingga spine. Kami juga ada layanan terpadu untuk permasalahan Gastro and Liver, paparnya.

Memasuki tahun 2023, Medtronic meluncurkan teknologi terdepan di dunia, BrainSense Technology, yang memungkinkan deteksi aktivitas otak secara real-time. Teknologi ini merupakan revolusi dalam pengobatan DBS karena memungkinkan para dokter untuk memberikan stimulasi yang lebih akurat dan efektif, sehingga menghasilkan outcome yang lebih baik untuk pasien.

Baca Juga :  Memasak Daging Kambing Tanpa Takut Kolesterol Meningkat

 BrainSense Technology menjanjikan era baru dalam personalisasi perawatan medis, dimana stimulasi disesuaikan secara spesifik sesuai dengan kebutuhan unik setiap individu, berdasarkan data aktivitas otak mereka.

“Inovasi itu memperkuat posisi kami sebagai pemimpin dalam terapi neurostimulasi dan menegaskan komitmen kami terhadap peningkatan kualitas hidup pasien, serta kami bangga dengan apa yang telah kami capai bersama Medtronic selama satu dekade ini dan bersemangat untuk melanjutkan perjalanan ini, membawa harapan baru kepada banyak pasien di seluruh Indonesia.” papar Alexander.

Sementara itu, Fitria Decyana selaku Direktur Medtronic Indonesia menyampaikan melalui virtual zoom, tahun 2023, Medtronic meluncurkan teknologi terdepan di dunia, BrainSense Technology, yang memungkinkan deteksi aktivitas otak secara real-time.

 Teknologi ini merupakan revolusi dalam pengobatan DBS karena memungkinkan para dokter untuk memberikan stimulasi yang lebih akurat dan efektif, sehingga menghasilkan outcome yang lebih baik untuk pasien. BrainSense Technology menjanjikan era baru dalam personalisasi perawatan medis, dimana stimulasi disesuaikan secara spesifik sesuai dengan kebutuhan unik setiap individu, berdasarkan data aktivitas otak mereka.

“Inovasi ini memperkuat posisi kami sebagai pemimpin dalam terapi neurostimulasi dan menegaskan komitmen kami terhadap peningkatan kualitas hidup pasien, kami juga merasa terhormat dengan apa yang telah kami capai bersama Rumah Sakit Nasional selama satu dekade ini dan bersemangat untuk melanjutkan perjalanan ini, membawa harapan baru kepada banyak pasien di seluruh Indonesia,” pungkas  Fitria. (nov)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.