Menteri ESDM Resmikan Proyek Jargas 5000 Sambungan di Mojokerto

oleh

Mojokerto, kilasjatim.com: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan hari ini meresmikan pengoperasian Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kota Mojokerto, Jawa Timur yang pembangunannya dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Peresmian disaksikan oleh Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim, Direksi PGN, Pejabat Eselon I Kementerian ESDM, dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

Proyek jaringan gas untuk rumah tangga (jargas) ini merupakan bentuk sinergi antara PGN dan Kementerian ESDM. Melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 8086/K/12/MEM/2016 tanggal 29 Desember 2016, Kementerian ESDM menugaskan PGN untuk membangun dan mengoperasikan jaringan pipa sepanjang 63.282 meter.

Menurut Menteri ESDM Ignasius Jonan, pembangunan infrastruktur gas bumi merupakan salah satu kunci terwujudkan program konversi energi ke gas bumi dan penguatan kemandirian energi di dalam negeri. “Kerjasama dengan PGN dalam membangun dan mengoperasikan jargas untuk rumah tangga di Kota Mojokerto ini tentunya akan mempercepat penambahan jumlah rumah tangga yang akan teraliri gas bumi,” kata Ignasius Jonan, di Mojokerto, Jumat (09/02/2018).

Jonan menambahkan, melalui pembangunan infrastruktur gas bumi pula diharapkan sumber energi semakin terdiversifikasi. Pada akhirnya, masyarakat dan perekonomian tidak tergantung pada salah satu sumber energi saja, yakni bahan bakar minyak (BBM).

Jargas di Kota Mojokerto ini akan mengalirkan gas untuk 5.000 rumah tangga. Sesuai penugasan tersebut, rumah tangga yang tersebar di lima lokasi, yakni Kelurahan Kauman, Kelurahan Metikan, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, dan Kelurahan Miji. Sumber pasokan di wilayah ini berasal dari HUSKY CNOOC Madura Ltd (HCML) sebesar 0,25 MMSCFD.

“Pemerintah memiliki konsen dan komitmen untuk terus memperkuat kemandirian energi dengan optimalisasi seluruh potensi sumber energi di Indonesia. Gas bumi sebagai salah satu sumber energi terbesar di dalam negeri akan terus didorong pemanfaatannya,” kata Jonan.

Direktur Utama PGN, Jobi Triananda Hasjim mengatakan bahwa PGN siap untuk mendapatkan penugasan lanjutan dari Kementerian ESDM, baik membangun maupun mengoperasikan jargas di wilayah Indonesia lainnya. “Kerjasama antara PGN dan Kementerian ESDM ini tentunya akan membuat makin banyak lagi rumah tangga yang menggunakan gas bumi,” kata Jobi.

Sebelumnya, PGN sudah mendapatkan penugasan dari Ditjen Migas Kementerian ESDM untuk mengelola dan mengoperasikan jargas untuk rumah tangga di DKI Jakarta dan Cirebon. DI DKI Jakarta, jargas akan mengalirkan gas untuk 4.532 rumah tangga. Yang sudah teraliri antara lain di Rusunawa Marunda. Adapun di Cirebon, jargas itu mengaliri gas bumi untuk 4.000 rumah tangga.

Selain itu, PGN juga mendapatkan penugasan untuk mengoperasikan jargas yang dibangun oleh KESDM di Bogor dan Tangerang. Di Bogor jargas tersebut mengalirkan gas bumi untuk 4.320 rumah tangga, sedangkan Jargas Tangerang mengalirkan gas bumi untuk 382 rumah tangga.

Menurut Jobi, PGN berkomitmen dan konsisten untuk terus mendukung program pemerintah mewujudkan konversi energi ke gas bumi. Melalui pembangunan infrastruktur dan penyaluran gas bumi di berbagai wilayah di Indonesia, PGN telah membuktikan bahwa gas bumi mampu memperkuat daya saing sektor industri, menciptakan penghematan bagi sektor rumah tangga, UKM dan transportasi, serta mengurangi ketergantungan dari impor energi.

“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan daerah juga Kementerian ESDM dalam upaya memperluas dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi di Indonesia. Sebagai BUMN gas bumi, PGN akan terus melakukan inisiatif dan inovasi untuk memastikan bahwa energi baik ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia,” tutup Jobi.

Pengaliran gas bumi di Kota Mojokerto sebetulnya bukan hal baru. Kota Mojokerto sebelumnya telah teraliri gas dalam Program “Sayang Ibu” sebanyak 723 rumah di Kelurahan Wates dan di Perumahan Griya Permata Ijen, dengan pemakaian rata-rata 11.000 m3 setiap bulannya.

Program sayang Ibu adalah sambungan gas rumah tangga tanpa APBN, pembangunan infrastruktur pipa langsung melalui Korporasi dengan dikenakan biaya sambungan seperti halnya awal berlangganan listrik maupun air minum. Sedangkan 5000 sambungan jargas yang baru ini, dilaksanakan dengan APBN dari Pemerintah dan tidak dikenakan biaya sambungan sama sekali.

Di Jawa Timur saat ini, PGN telah memiliki pelanggan Rumah Tangga di Kota Surabaya (Jargas dan Sayang Ibu), Kabupaten Sidoarjo (Sayang Ibu), Mojokerto (Sayang Ibu), dan Pasuruan (Sayang Ibu). Pelanggan tersebut tersebar di sejumlah kota.

Di Surabaya, berupa pelanggan Jargas APBN sebanyak 24.000 pelanggan Jargas (proyek 2016) dan 2.719 pelanggan Jargas ex-BUMD Petro Jatim Utama yang pengoperasiannya dipindahtugaskan kepada PGN, ditambah 7000 pelanggan “PGN Sayang Ibu”. Sedangkan di Kota Pasuruan, terdapat 364 pelanggan Sayang Ibu (Kabupaten Pasuruan 196 pelanggan, Kota Pasuruan 168 pelanggan), Sidoarjo sebanyak 5.920 pelanggan Rumah Tangga “Sayang Ibu”. Kj1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *