KILASJATIM.COM, Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menggelar rapat koordinasi (rakor) evaluasi pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) serta persiapan penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilkada 2024. Acara ini berlangsung di Hotel Grand Surya pada Senin malam (22/7), dengan diikuti oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Kediri.
Rakor diawali dengan pemberian penghargaan kepada tiga petugas pantarlih yang mewakili masing-masing kecamatan dengan kriteria coklit yang akurat. Reza Christian, Ketua KPU Kota Kediri, menyampaikan harapannya agar PPK dan PPS segera mempersiapkan penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) setelah tahapan coklit selesai pada tanggal 24 Juli 2024, meskipun penyelesaian coklit telah rampung 100 persen pada minggu ketiga atau tanggal 13 Juli 2024.
Reza Christian juga menyebut bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dispendukcapil Kota Kediri untuk memverifikasi dan mengetahui kevalidan data Tidak Memenuhi Syarat (TMS). “Kita juga ingin mengetahui apakah data TMS ini benar TMS, karena harus ada data-data pendukung yang bisa memastikan bahwa orang tersebut bisa di-TMS-kan,” ucap Reza.
Usai acara, Nia Sari, Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Perencanaan Data dan Informasi, menegaskan bahwa olah data bertujuan untuk memastikan keakuratan dari data yang sebelumnya dinyatakan TMS. Nia memberikan contoh jika ditemukan pemilih yang meninggal dunia harus dibuktikan dengan dokumen yang mendukung, sementara pemilih baru yang berusia 17 tahun atau menikah sebelum usia 17 tahun harus dibuktikan dengan KTP serta bukti nikah.
“Kemudian pemilih yang karena pindah TPS harus dipastikan sebagai pemilih baru di TPS tujuan,” tambahnya.
Untuk persiapan penyusunan DPS, Nia menyebutkan beberapa poin penting, termasuk persiapan kelengkapan formulir seperti berita acara, sarana prasarana pendukung, serta persiapan pleno terbuka. “Pelaksanaan penyusunan DPS harus memastikan bahwa stakeholder seperti PKD dan pihak kelurahan dapat diundang,” tambahnya.
Kurnia Mei Wulandari, petugas Pantarlih di Kelurahan Kampung Dalem TPS 5, salah satu penerima Pantarlih Award, mengaku hanya membutuhkan waktu seminggu untuk mencoklit 349 pemilih. Sehari, Kurnia bisa mencoklit antara 40-50 pemilih, mulai dari pagi hingga larut malam, dan menegaskan tidak mengenal istilah Joki Pantarlih.
“Sering melakukan pendataan membuat saya hafal lokasi dan orang-orangnya,” tutup Kurnia. (ris)