BPS Jatim Catat Mei 2020 Impor Jatim Mencapai 1,26 miliar US Turun 30,21 persen

oleh

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan dalam keterangan persnya melalui media virtual, Senin (15/07/2020). (kilasjatim.com/Nova)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pandemi Covid -19 berdampa pada semua sektor perekonomian di Indonesia. Tak terkecuali Jawa Timur ikut merasakan dampaknya. Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur akibat adanya COVID-19 impor Jawa Timur Mei 2020 mencapai 1,26 miliar dolar, nilai itu turun sebesar 30,21 persen dibandingkan April 2020.

Hal yang sama pada ekspor Jawa Timur pada Mei 2020 ikut mengalami penurunan sebesar 8,25 persen dibandingkan April 2020, yakni dari 1,37 miliar dolar AS menjadi 1,25 miliar dolar. AS.  Namundemikian, disisi lain BPR mencatat adanya kenaikan impor pada alat kesehatan pada Mei 2020.

“Bisa jadi kenaikan impor pada alat kesehatan ini akibat masih tingginya kasus COVID-19 di wilayah setempat. Peningkatan impor alat kesehatan utamanya terjadi pada barang jadi,” jelas Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan dalam keterangan persnya melalui media virtual, Senin (15/07/2020).

Kenaikkan yang paling signifikan terjadi pada alat rapid test, peningkatannya mencapai 1.648 persen, yakni dari 126.828 dolar AS pada April 2020 menjadi 2.217.360 dolar AS pada Mei 2020.

Kemudian alat pelindung diri (APD) yang meningkat 493 persen, yakni dari 146,184 dolar AS menjadi 866,234 dolar AS, serta media atau alat virus transfer yang meningkat 251 persen dari 9,508 dolar AS menjadi 33,380 dolar AS.

Berikutnya, kaca mata pelindung kesehatan yang naik 187 persen dari 68,104 dolar AS menjadi 195,189 dolar AS, dan penyanitasi tangan atau hand santizer 141 persen dari 293,812 dolar AS menjadi 709,350 dolar AS.

“Peningkatan ekspor alat kesehatan juga terjadi pada sarung tangan, yang meningkat 734 persen. yakni dari 52,486 dolar AS pada April 2020 menjadi 437,515 dolar AS pada bulan selanjutnya. kemudian ekspor bahan baku penyanitasi tangan yang meningkat 114 persen. Yakni dari 1,941,078 dolar AS menjadi 4,159,651 dolar AS,” urainya.

Untuk ekspor termometer, yang meningkat 107 persen, yakni dari 2,916 dolar AS menjadi 6,023 dolar AS, dan bahan baku masker yang meningkat 106 persen dari 212,963 dolr AS menjadi 439,098 dolar AS.(kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *