KILASJATIM.COM, Surabaya – The 18th Indonesian Occupational Medicine Updates (IOMU 2026) yang digelar di Surabaya, Sabtu (16/5/2026) mendatangkan sejumlah profesional kesehatan kerja dari dalam maupun luar negeri.
Mengusung tema “Occupational Medicine without Borders: Emerging Risks, Evolving Workforces, and Inclusive Collaboration” menyoroti tantangan baru dalam dunia kerja yang terus berkembang.
Ketua IOMU 2026, Dr. Iwan Susilo Joko, MKK, Sp. Ok dalam sambutannya menyampaikan, forum ini sebagai ajang diskusi untuk kemajuan kesehatan kerja bersama.
” Kami berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat memperoleh wawasan komprehensif serta solusi inovatif dalam meningkatkan kesehatan, keselamatan, dan produktivitas tenaga kerja di berbagai sektor,” ujarnya di sela kegiatan yang berlangsung di Sheraton Hotel Surabaya..
Pihaknya menilai, sektor informal seperti industri kecil dan menengah saat ini memang belum tersentuh sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan maupun asosiasi kesehatan terkait.
“Termasuk UMKM belum tersentuh banyak, harapannya nanti kedokteran kerja bisa berperan untuk meningkatkan kualitas penerapan kesehatan kerja di industri tersebut,” jelasnya.
Forum IOMU 2026 dengan agenda utama, yaitu konferensi dan workshop. Sesi konferensi menghadirkan pembicara nasional dan internasional melalui plenary, concurrent, dan parallel sessions.
Agenda ini membahas berbagai isu strategis seperti risiko kerja baru, perubahan tenaga kerja, kesehatan mental, perubahan iklim, hingga pemanfaatan teknologi dan artificial intelligence dalam kesehatan kerja.
Dengan menghadirkan pembicara dari berbagai negara, IOMU 2026 menjadi platform kolaborasi lintas batas yang memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
“Selain membahas pentingnya kesehatan dalam sektor industri, forum juga menghadirkan lima workshop interaktif untuk memberikan pembelajaran praktis.
Antara lain meliputi manajemen risiko berbasis ISO 45001, pemanfaatan big data dan AI, diagnosis penyakit akibat kerja berbasis psikososial, penilaian fit for work, serta Health Impact Assessment dalam praktik kesehatan kerja.
Sebagai bagian dari pengembangan ilmiah, acara ini menyelenggarakan oral presentation dan poster presentation yanga menjadi wadah bagi para peneliti dan praktisi untuk mempresentasikan hasil penelitian dan inovasi terbaru di bidang kedokteran okupasi. (nov)




