DPD PKS Kabupaten Kediri Launching Pendampingan UMKM di Kampung Inggris Pare

oleh -485 Dilihat

KILASJATIM.COM, Kediri – Dalam rangka mendukung berkembangnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah masyarakat, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kediri menggelar launching pendampingan usaha UMKM PPEK, BIPEKA, dan BOEMKRAF bagi para kader. Kegiatan bertema “Mindset Naik Level, Bisnis Naik Kelas” ini diikuti oleh 60 peserta dan dilaksanakan di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Kediri, Abdul Wasik. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa program pendampingan UMKM tersebut merupakan bentuk fasilitasi partai kepada para anggotanya.

“PKS fokus di banyak hal, terutama memberikan fasilitas ke anggota, mulai dari ibadah, kesehatan, bisnis, hingga penguatan ekonomi,” ujar Abdul Wasik.

Ia menambahkan, melalui pendampingan UMKM diharapkan ekonomi kader dapat meningkat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Menurutnya, dalam membangun usaha tidak hanya dibutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga penguatan karakter pelaku usaha.

“Untuk memperkuat mental pelaku usaha, kita tanamkan nilai integritas, konsistensi, kedisiplinan, dan pelayanan, karena bisnis juga membutuhkan hal-hal tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) PKS Kabupaten Kediri, Diana Izzati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan perdana dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Ini merupakan kegiatan awal dan akan berjalan bertahap selama satu tahun. Fokusnya pada penguatan mindset dan mental pelaku usaha agar mampu membangun bisnis yang berkelanjutan. Setiap bulan akan ada pelatihan dengan materi yang berbeda,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Bidang Pemberdayaan UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Korporasi (BOEMKRAF) PKS Kabupaten Kediri, Shugairi Maghfur, mengungkapkan bahwa program pendampingan ini memiliki beberapa tujuan strategis.

“Pertama, meningkatkan kapasitas usaha kader. Kedua, merangsang tumbuhnya pengusaha-pengusaha baru. Ketiga, sebagai sarana rekrutmen dan pemberdayaan UMKM bagi masyarakat umum melalui pendampingan,” katanya.

Baca Juga :  Smartfren Business Fokus Kembangkan Solusi Teknologi untuk UMKM, Dukung Transformasi Digital

Ia menambahkan, jenis usaha yang dikembangkan akan disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing kader hingga tingkat desa. Saat ini di Kabupaten Kediri tercatat terdapat sekitar 56 anggota BIPEKA dan 28 anggota BOEMKRAF.

Menutup kegiatan, Abdul Wasik berharap pendampingan UMKM ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kader secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pesannya, anggota mampu mengelola keuangan dengan baik dan terus berusaha meningkatkan pendapatan,” tegasnya.(iis)

No More Posts Available.

No more pages to load.