Panen Gamagora 7, Bojonegoro Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Inovasi

oleh -656 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat ketahanan pangan melalui langkah konkret berupa panen padi varietas Gamagora 7 di Desa Bayamgede, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang daerah dalam membangun sektor pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Panen tersebut merupakan hasil sinergi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro bersama Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi ini diarahkan untuk menghadapi dinamika perubahan iklim sekaligus meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan benih unggul dan inovasi teknologi pertanian.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan daerah karena memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, penguatan tata kelola air menjadi faktor penentu keberlanjutan produksi. Pemerintah daerah akan terus melakukan pembangunan embung, perbaikan bendung, serta normalisasi sungai secara bertahap.

“Pengawasan distribusi air juga perlu diawasi dengan ketat agar pemanfaatannya lebih merata. Keberlanjutan kerja sama riset dan pengembangan benih unggul dengan perguruan tinggi ini juga perlu dilanjutkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengungkapkan bahwa produksi padi sepanjang 2025 menunjukkan kinerja positif dengan total produksi mencapai 886.443 ton, meningkat sekitar 24,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan peningkatan tersebut dipengaruhi oleh kondisi iklim yang relatif mendukung, di mana kemarau basah memungkinkan perluasan areal tanam hingga sekitar 10.000 hektare.

Peningkatan produksi juga ditopang pembangunan infrastruktur pengairan. Sepanjang 2025, pemerintah daerah membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi lebih dari 24 kilometer, menormalisasi puluhan embung, serta menambah belasan titik pompa air.

Langkah ini dinilai efektif untuk mengantisipasi risiko banjir akibat curah hujan tinggi.

Selain infrastruktur, intensitas pendampingan kepada petani melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga ditingkatkan. Hasilnya, sepanjang tahun tersebut tidak ditemukan gangguan signifikan akibat hama maupun penyakit tanaman.

Baca Juga :  Stok Pupuk Bersubsidi di Bojonegoro Masih Tercukupi  

Memasuki 2026, tantangan produksi diperkirakan meningkat seiring prakiraan iklim yang kembali normal dan berpotensi memicu kemarau kering.

Sebagai langkah antisipasi, DKPP bersama UGM mengembangkan demplot padi Gamagora di lima kecamatan, yakni Dander, Ngasem, Kepohbaru, Sugihwaras, dan Kedungadem.

Hasil uji lapangan menunjukkan produktivitas yang menjanjikan, dengan capaian tertinggi di Desa Bayamgede mencapai sekitar 10 ton gabah kering giling per hektare.

Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, Subejo, menjelaskan varietas Gamagora dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pertanian modern.

“Varietas ini memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi kelebihan maupun kekurangan air, serta didukung teknologi pendamping ramah lingkungan,” jelasnya.

Melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, akademisi, dan petani, panen Gamagora 7 di Desa Bayamgede menjadi simbol optimisme baru bagi Bojonegoro dalam memperkuat posisi sebagai salah satu daerah penopang pangan nasional.(had)

No More Posts Available.

No more pages to load.