Panen raya ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan yang digagas oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Malang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi dan dihadiri oleh perwakilan Perum Bulog Cabang Malang, pejabat utama Polres Malang, unsur Muspika Gondanglegi, Dinas Pertanian, pemerintah desa, serta kelompok tani setempat.
AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan, panen raya jagung ini menjadi wujud nyata kontribusi Polri dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kabupaten Malang.
“Program ini menunjukkan komitmen Polres Malang dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kami tidak hanya mengawal aspek keamanan, tetapi juga memastikan sektor pertanian tetap produktif melalui pendampingan sejak masa tanam hingga panen,” ujar AKBP Taat Resdi.
Lahan jagung yang dipanen merupakan hasil penanaman serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang dimulai pada Oktober lalu. Dari luasan lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai enam hingga delapan ton jagung. Seluruh hasil panen rencananya akan diserap oleh Perum Bulog guna memperkuat cadangan pangan daerah.
Kapolres Malang menilai keberhasilan panen raya ini tidak terlepas dari sinergi yang terjalin antara Polri, pemerintah daerah, Bulog, dan kelompok tani. Kolaborasi tersebut dinilai strategis dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga jagung di pasaran.
“Harapannya, hasil panen ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjamin ketersediaan stok jagung di Kabupaten Malang,” tuturnya.
Kegiatan panen raya ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendekatan keamanan berbasis kesejahteraan dapat berjalan beriringan dengan upaya penguatan ekonomi masyarakat serta ketahanan pangan daerah.(TQI)




