Foto Ilustrasi
KILASJATIM.COM, Sampang – Pemerintah resmi menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sampang pada tahun anggaran 2026. Penambahan tersebut tercatat jauh lebih besar dibandingkan alokasi pada tahun sebelumnya dan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang, Nurdin, mengatakan peningkatan kuota pupuk bersubsidi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung produktivitas petani.
“Tahun ini terjadi peningkatan yang cukup besar, terutama untuk pupuk Urea, NPK, dan pupuk Organik,” ujar Nurdin, Minggu, 8 Februari 2026.
Berdasarkan data Disperta KP Sampang, pagu pupuk Urea pada 2026 ditetapkan sebesar 26.320 ton. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencapai 22.956 ton. Sementara itu, alokasi pupuk NPK juga mengalami kenaikan dari sebelumnya 20.108 ton menjadi 22.047 ton.
Adapun peningkatan paling signifikan terjadi pada pupuk Organik. Pada 2026, alokasinya mencapai 5.077 ton, melonjak cukup tajam dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 3.339 ton.
Nurdin berharap tambahan kuota pupuk bersubsidi ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani, sehingga mampu mendorong peningkatan hasil pertanian serta menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Sampang.(uus)




