Reses di Perbatasan Surabaya–Gresik, Cak Yebe Tekankan Validitas Data

oleh -336 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko bersama warga usai melakukan penyaluran bantuan dalma rangka reses tahun 2026. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe, menekankan pentingnya validitas Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) saat menggelar reses di Tambak Osowilangun, kawasan perbatasan Surabaya–Gresik, Kamis (12/2/2026).

Di hadapan ratusan warga, Cak Yebe menyebut akurasi data menjadi kunci agar bantuan sosial tepat sasaran, terutama di wilayah perbatasan yang kerap luput dari perhatian.

“Wilayah perbatasan seperti ini jangan sampai tertinggal, baik pelayanan publik maupun akses program pemerintah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).

Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya itu juga mengimbau warga bersikap terbuka saat proses pendataan DTSEN berlangsung. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat menentukan validitas data di lapangan.

“Kalau ada petugas survei, mohon diterima dengan baik dan berikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Ini demi kepentingan panjenengan semua,” katanya.

Selain sosialisasi DTSEN, Cak Yebe menyerahkan sejumlah bantuan fasilitas, mulai dari terop, kursi, meja untuk kegiatan warga, hingga mesin pemotong rumput guna mendukung kebersihan lingkungan.

Ia juga menyalurkan bantuan Rp5 juta kepada pelaku UMKM jahit setempat untuk pembelian mesin jahit. Bantuan itu diharapkan meningkatkan produktivitas dan pendapatan pelaku usaha kecil.

“UMKM harus terus didorong. Dengan alat memadai, usaha warga bisa berkembang,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan, Lailatul Rahimah, mengaku terbantu dengan dukungan tersebut. Selama ini, kelompok UMKM jahit di lingkungannya kesulitan fasilitas, terutama mesin pembuat lubang kancing.

“Alhamdulillah sangat membantu. Biasanya kami harus ke luar daerah untuk membuat lubang kancing, sekarang bisa dikerjakan sendiri,” katanya.

Kelompok UMKM tersebut beranggotakan empat orang dan melayani pesanan seragam hingga permak pakaian. Bantuan itu diharapkan memperkuat usaha rumahan warga sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah perbatasan. (FRI/cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.