Foto Istimewa
KILASJATIM.COM, Tuban – Seorang warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Moh. Nasrudin, berhasil mewujudkan niat mendaftar ibadah haji setelah secara konsisten menabung selama lebih dari satu dekade. Uniknya, dana pendaftaran haji tersebut berasal dari uang koin pecahan kecil yang disimpan rapi dalam kaleng biskuit.
Momen inspiratif ini terjadi saat Nasrudin menyetorkan tabungan koin tersebut ke Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Tuban, Rabu, 4 Februari 2026. Aksi tersebut sontak menarik perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Peristiwa ini bermula ketika seorang pegawai BSI mengabadikan kedatangan Nasrudin yang menggunakan kendaraan pikap L300, membawa puluhan kaleng biskuit berisi uang koin recehan sebagai setoran awal pendaftaran haji.
Meski uang yang disetorkan dalam bentuk koin dengan jumlah cukup besar dan membutuhkan proses penghitungan yang tidak sederhana, pihak BSI Tuban tetap memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses pendaftaran haji pun berjalan lancar dengan pendampingan sang istri serta keponakan Nasrudin yang turut mengantar.
Dalam keterangannya, Nasrudin menjelaskan bahwa uang koin tersebut merupakan hasil menabung secara bertahap selama 11 tahun 35 hari. Kebiasaan menyisihkan uang pecahan kecil itu bermula dari seringnya ia menemukan koin pecahan seribu rupiah yang kemudian dikumpulkan dan disimpan dalam kaleng biskuit.
“Alhamdulillah, hari ini niat saya untuk mendaftar haji bisa terwujud dari hasil menabung sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun,” ujar Nasrudin.
Ia menambahkan, dari kebiasaan sederhana tersebut, dirinya berhasil mengumpulkan sebanyak 13 kaleng biskuit. Jika ditotal, nilai tabungan itu mencapai sekitar Rp55 juta hingga Rp60 juta, yang kemudian digunakan untuk memenuhi persyaratan pendaftaran ibadah haji.
Nasrudin berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat luas. Menurutnya, dengan ketekunan, disiplin, dan kesabaran, cita-cita besar dapat diraih meski dimulai dari langkah-langkah kecil.
Ia juga mengajak masyarakat untuk membiasakan diri mengelola keuangan dan menyisihkan penghasilan secara berkelanjutan demi mewujudkan impian di masa depan.(ros)




