Infrastruktur Bondowoso Masuk Tahap Eksekusi, DPRD Tegaskan Jalan Rusak Jadi Prioritas

oleh -1191 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menggeber penanganan infrastruktur jalan dan irigasi pada awal tahun 2026. Memasuki Februari, program perbaikan infrastruktur dipastikan telah masuk tahap pelaksanaan dengan target penanganan sepanjang 25 kilometer.

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, menyampaikan bahwa seluruh tahapan perencanaan dan persiapan kini telah berjalan. Ia menyebut, pekerjaan infrastruktur tahun ini mencakup rekonstruksi, rehabilitasi, hingga pemeliharaan rutin jalan.

“Mulai Februari ini pekerjaan sudah bergerak. Total target penanganan sekitar 25 kilometer, termasuk di dalamnya rekonstruksi, rehabilitasi, dan pemeliharaan rutin,” kata Sutriyono saat ditemui di Kantor BSBK Bondowoso, Rabu (28/1/2026).

Berbeda dengan pola sebelumnya, penanganan infrastruktur kali ini tidak lagi berpatokan pada pembagian wilayah administratif. DPRD menekankan bahwa tingkat kerusakan ruas jalan menjadi dasar utama penentuan prioritas.

“Bukan soal wilayah mana, tetapi ruas mana yang rusak. Pekerjaan harus tuntas per ruas, tidak boleh setengah-setengah atau terputus-putus,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen Bupati Bondowoso yang menginginkan pembangunan infrastruktur dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Konsepnya sudah jelas dari pimpinan daerah. Sekarang tinggal bagaimana BSBK menindaklanjuti, termasuk menyerap masukan dari UPT, karena masih ada beberapa titik yang perlu diakomodasi,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, Sutriyono menilai pendekatan kolaboratif menjadi langkah strategis agar target pembangunan tetap tercapai. Ia menegaskan bahwa perencanaan infrastruktur telah disusun bertahap dalam kerangka RPJMD lima tahunan.

“Setiap tahun ada target yang sudah dipetakan. Apa yang ditangani tahun ini, dan apa yang dilanjutkan di tahun berikutnya, semuanya sudah satu garis perencanaan,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala BSBK Bondowoso, Ansori, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memulai tahapan awal pelaksanaan melalui proses pengadaan jasa konsultansi.

Baca Juga :  Halal Bihalal TPP Bondowoso Sekaligus Bahas Inpres Koperasi Merah Putih

“Secara teknis kami masih menunggu laporan akhir dari masing-masing bidang. Namun secara umum, target tahun 2026 tetap 25 kilometer, terdiri dari 20 kilometer pekerjaan reguler dan 5 kilometer pemeliharaan rutin,” ungkap Ansori.

Menurutnya, target tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama Komisi III DPRD Bondowoso, dengan tetap mengedepankan pola kerja kolaboratif di lapangan.

“Kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan. Dengan kondisi fiskal yang terbatas, ini menjadi solusi paling memungkinkan,” katanya.

Ansori menambahkan, kolaborasi juga difokuskan pada penanganan drainase jalan dan jaringan irigasi sebagai faktor penting dalam menjaga ketahanan infrastruktur.

“Drainase sangat menentukan umur jalan. Dengan drainase yang baik, infrastruktur yang dibangun bisa lebih awet dan berkelanjutan,” pungkasnya.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.