Gebyar Totta’an Dhere, Dispendik Bondowoso Tegaskan Implementasi “Ini Budi” Belajar Budaya Sejak Dini

oleh -1255 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pelaksanaan Gebyar Tari Totta’an Dhere tidak hanya menjadi panggung kreativitas siswa, tetapi juga bagian dari implementasi gerakan pendidikan karakter berbasis budaya lokal di Kabupaten Bondowoso.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari program “Ini Budi” (Ini Anak Indonesia Belajar Budaya Sejak Dini) yang terus digelorakan di satuan pendidikan.

“Ini adalah implementasi gerakan ‘Ini Budi’. Anak-anak Indonesia harus belajar budaya sejak dini. Totta’an menjadi salah satu ikon seni dan budaya Bondowoso yang kita angkat, sehingga tidak hanya dipelajari, tetapi juga dipilih dan dikembangkan sesuai minat masing-masing sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, setiap gugus sekolah diberi ruang untuk menentukan tema budaya yang akan dikembangkan dalam pembelajaran kurikuler. Gugus 1 memilih Totta’an, sementara gugus lainnya mengangkat tema berbeda, termasuk budaya kopi yang juga menjadi identitas daerah.

“Setiap gugus punya pilihan. Ada yang memilih budaya kopi, ada yang mengangkat tradisi lain. Yang penting semuanya berbasis kearifan lokal Bondowoso,” tambahnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini sudah ada 177 sekolah yang terlibat dalam pembelajaran berbasis budaya tersebut, termasuk SD Tamansari dan sejumlah sekolah lainnya di Gugus 1. Proses ini berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.

Gebyar yang digelar saat ini merupakan puncak kegiatan dalam satu semester. Tema semester ini mengangkat budaya lokal, yang secara rutin dimasukkan dalam kegiatan kurikuler di tengah semester.

Totta’an sendiri merupakan tradisi masyarakat Bondowoso dalam memelihara burung merpati. Burung-burung tersebut kemudian dilepas di lokasi tertentu untuk dilombakan—siapa yang paling cepat kembali ke kandangnya. Tradisi ini sarat makna tentang ketelatenan, kesabaran, strategi, dan ikatan antara pemilik dengan hewan peliharaannya.

Baca Juga :  Pemkab Tuban Peroleh Alokasi Pupuk Subsidi 2023 Sebesar 100.766 Ton

“Kalau ingin lebih dalam tentang filosofi dan sejarahnya, silakan tanya para guru yang mendampingi. Tapi yang jelas, Totta’an adalah budaya lokal Bondowoso yang sangat menarik dan layak dikenalkan kepada anak-anak sejak dini,” jelasnya.

Melalui pendekatan ini, Dinas Pendidikan berharap pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga kontekstual dan membumi. Anak-anak tidak sekadar mengetahui budaya daerahnya, tetapi turut merasakan, mempraktikkan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal Bondowoso.(wan)