BI Kediri Perkuat Kemandirian Ekonomi Daerah Lewat Sinergi Pemerintah dan UMKM

oleh -896 Dilihat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat (dua dari kiri) mendampingi Wakil Wali Kota Kediri,.Gus Qowim dalam agenda Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025, pada Rabu, 28 Januari 2026. (Foto: Prokopim Kota Kediri)

KILASJATIM.COM, Kediri – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri terus memperkuat upaya mendorong ketangguhan dan kemandirian ekonomi di wilayahnya. Komitmen tersebut tercermin dalam keikutsertaan Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat dalam agenda Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” tersebut dihadiri secara daring oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Usai mengikuti agenda tersebut, Wakil Wali Kota Kediri yang akrab disapa Gus Qowim menyampaikan bahwa pesan utama dalam Laporan Perekonomian Indonesia 2025 adalah pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mewujudkan ketangguhan serta kemandirian ekonomi.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kediri telah dan akan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi, salah satunya melalui pengendalian harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, penguatan kemandirian di sektor pertanian juga dilakukan melalui pemberian alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produktivitas. Di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Pemkot Kediri melakukan penataan secara adil agar pelaku usaha dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

“Penataan tersebut disertai dengan pendampingan agar UMKM semakin berdaya saing. Salah satunya dengan pembukaan sentra UMKM di Pasar Banjaran yang akan terus kita kembangkan. Harapannya UMKM di Kota Kediri dapat tumbuh maksimal, bahkan mampu menembus pasar ekspor, karena saat ini sudah ada beberapa UMKM yang berhasil melakukan ekspor,” ujar Gus Qowim.

Baca Juga :  Garap Potensi Ekonomi Syariah, Bank Jatim Launching Tabungan Santri

Ia menilai, penguatan UMKM akan menjadi penggerak munculnya pusat-pusat ekonomi baru. Keberadaan sentra UMKM diyakini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan secara langsung dan mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi daerah.

Untuk menjaga ketangguhan dan kemandirian ekonomi tersebut, Pemerintah Kota Kediri juga memperkuat kerja sama dengan Bank Indonesia, khususnya dalam pengendalian dan monitoring arus barang yang masuk ke wilayah Kota Kediri.

“Dengan inflasi yang terjaga, harga menjadi stabil. Masyarakat sebagai pembeli tidak keberatan, sementara pedagang dan pelaku UMKM tetap memperoleh keuntungan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat menyampaikan bahwa prospek perekonomian di wilayah Kediri menunjukkan tren perbaikan. Hal tersebut tercermin dari sejumlah indikator ekonomi yang mulai membaik dibandingkan awal tahun sebelumnya.

“Beberapa indikator menunjukkan peningkatan, di antaranya hasil Survei Konsumen yang mencerminkan meningkatnya keyakinan masyarakat, serta Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang juga menunjukkan perbaikan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Bank Indonesia optimistis kondisi perekonomian tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun 2025. Meski demikian, ia menekankan bahwa survei tersebut baru menggambarkan ekspektasi masyarakat yang perlu diimbangi dengan realisasi program pembangunan yang nyata.

“Ekspektasi yang meningkat ini harus diikuti dengan capaian di lapangan. Momentum awal tahun sangat penting, terlebih Ramadan tahun ini datang lebih awal dan berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi,” katanya.

Oleh karena itu, Yayat mendorong pemerintah daerah, baik Kota Kediri maupun Kabupaten Kediri, untuk segera merealisasikan program-program pembangunan sejak awal tahun. Ia juga menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus bersinergi mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui berbagai program.

“Mulai dari penguatan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, pengendalian inflasi untuk menjaga daya beli, hingga pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” pungkasnya.(rud)

No More Posts Available.

No more pages to load.