ISNU Jatim Latih UKM Masuk Marketplace, Perkuat Ekonomi Syariah Berbasis Digital

oleh -671 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur menggelar pelatihan platform marketplace bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan meningkatkan daya saing produk halal.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, digelar di Leedon Hotel & Suites dengan diikuti 120 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Bangkalan, Gresik, Lamongan hingga Banyuwangi dan Sumenep.

Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pelaku usaha dengan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dalam pemasaran digital. Melalui langkah tersebut, produk-produk halal lokal diharapkan mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Pelaksana tugas Ketua ISNU Jawa Timur Afif Hasbullah menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperluas pangsa pasar UKM.
“Pelatihan ini dirancang mensinergikan pelaku usaha dengan P3H agar produk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Materi pelatihan mencakup strategi pemasaran digital, pengembangan bisnis online, ekspansi usaha, akses permodalan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam penguatan ekonomi berbasis syariah.

Ketua pelaksana kegiatan, Sumangat, menyebut pelatihan ini menjadi forum strategis bagi pengembangan organisasi sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Ini merupakan tanggung jawab intelektual NU untuk memajukan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis digital,” katanya.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya meningkatkan literasi digital, tetapi juga memberikan pendampingan teknis dalam membuka toko di platform marketplace.
“Program ini juga memperkuat peran P3H dalam menjaga keberlanjutan bisnis UKM halal,” ujarnya.

Selain pelatihan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan halal bihalal dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III ISNU Jawa Timur. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti Kamaruddin Amin dan Kacung Marijan.

Wakil Ketua ISNU Jawa Timur Muhammad Yasin menekankan pentingnya sinergi antara organisasi dan pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
“Kita bersyukur kondisi ekonomi global tidak berdampak signifikan bagi Jawa Timur,” ujarnya.

Baca Juga :  Gedung Grahadi Terbakar, Pemprov Jatim Usulkan Anggaran Rekonstruksi Rp 9 Miliar ke Pusat

Melalui pelatihan ini, ISNU Jawa Timur berharap pelaku UKM mampu beradaptasi dengan perkembangan digital sekaligus memperkuat posisi produk halal dalam persaingan pasar yang semakin kompetitif.(zul)