KILASJATIM.COM, Madiun – Dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api (KA) yang berangkat dari dan melintasi wilayah Daop 7 Madiun mengalami keterlambatan hingga pembatalan.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kebijakan tersebut diambil karena keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan. Seiring bertambahnya titik banjir dan tingginya potensi keterlambatan, KAI melakukan rekayasa pola operasi.
“Seiring bertambahnya titik banjir dan tingginya potensi keterlambatan, KAI melakukan rekayasa pola operasi,” ujar Tohari.
Rekayasa tersebut meliputi pengalihan rute, pembatasan kecepatan perjalanan, hingga pembatalan sejumlah perjalanan kereta api guna menghindari risiko keselamatan. Kebijakan ini juga berdampak pada kereta api jarak jauh (KAJJ) yang berangkat dan melintasi wilayah Daop 7 Madiun.
“Kebijakan ini termasuk juga di antaranya KAJJ yang berangkat dan melintasi wilayah Daop 7 Madiun,” tambahnya.
Tohari menjelaskan, kondisi banjir di sejumlah wilayah operasional KAI menunjukkan peningkatan dengan bertambahnya titik lintasan terdampak, khususnya di wilayah kerja Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.
Untuk menjamin keselamatan perjalanan di tengah keterlambatan yang sangat tinggi, sejumlah perjalanan KA yang berangkat dari dan atau melintasi Daop 7 Madiun pada Minggu (18/1/2026) terpaksa dibatalkan.
Adapun perjalanan KA yang dibatalkan meliputi KA 151 Brantas relasi Blitar–Pasarsenen, KA 152 Brantas relasi Pasarsenen–Blitar, KA 269 Matarmaja relasi Malang–Pasarsenen, serta KA 270 Matarmaja relasi Pasarsenen–Malang.
“KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi ini,” ujar Tohari.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku. Selain pembatalan, sejumlah perjalanan KA lainnya juga mengalami keterlambatan akibat dampak banjir di wilayah lintasan.
“KAI berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat seiring perkembangan penanganan di lapangan,” jelasnya.
Pihak KAI juga mengapresiasi pengertian dan kesabaran para pelanggan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.(udi)



