Sekolah Rakyat Jatim Diapresiasi, Khofifah: Potensi Siswa Luar Biasa

oleh -664 Dilihat
oleh
Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur telah membuktikan diri sebagai wadah lahirnya anak-anak berprestasi dari berbagai latar belakang sosial. Dengan pendampingan dan fasilitas yang tepat, SR dinilai mampu mencetak kualitas pembelajaran yang kompetitif.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat membuka Bimbingan Teknis Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur 2026 di BPSDM Provinsi Jatim.

Menurut Khofifah, banyak siswa SR memiliki potensi besar yang selama ini tidak terlihat karena keterbatasan lingkungan. Namun, ketika mendapat ruang belajar yang memadai, kemampuan mereka muncul secara signifikan.

“Anak-anak Sekolah Rakyat ini sebenarnya brilian. Saat diberi fasilitas yang tepat, potensinya bisa melesat,” kata Khofifah dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (17/1/2026).

Ia mengapresiasi peran kepala sekolah, wali asuh, dan pengelola asrama yang dinilai konsisten mendampingi siswa dari keluarga kurang mampu. Khofifah mencontohkan sejumlah prestasi siswa SR yang sempat tampil di hadapan Presiden dan jajaran menteri, mulai dari pidato berbahasa Jepang oleh siswa SR Kota Probolinggo hingga pidato bahasa Arab dari siswa SR Singosari, Kabupaten Malang.

Capaian itu, kata Khofifah, menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat di Jawa Timur mampu bersaing secara kualitas. Namun ia menekankan pentingnya pemerataan pengembangan antarsekolah.

“Kita sudah punya yang unggul. Sekarang tugasnya mendorong SR lain agar ikut berkembang,” ujarnya.

Khofifah juga meminta pengelola sekolah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan sosial siswa. Ia menilai masalah pendidikan berbasis kerentanan sosial tidak bisa diselesaikan satu pihak saja.

“Kepala sekolah harus aktif berkoordinasi dengan dinas pendidikan, dinas sosial, dan pemerintah daerah. Banyak persoalan bisa diselesaikan di daerah tanpa harus selalu dibawa ke pusat,” tegasnya.

Baca Juga :  Merit System Jadi Fokus Khofifah dalam Pengelolaan ASN Jatim

Bimtek ini, lanjut Khofifah, menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk memperkuat Sekolah Rakyat sebagai jalur akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi menyebut Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia.

“Dari total 166 titik Sekolah Rakyat nasional, paling banyak berada di Jawa Timur. Ini capaian yang patut diapresiasi,” kata Arifah.

Ia menambahkan, penguatan pola asuh tetap menjadi perhatian utama meski siswa tinggal di asrama. Menurutnya, hak pengasuhan orang tua tetap melekat dan harus dihormati.

Arifah juga menegaskan dukungan Kementerian PPPA terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan dasar dan perlindungan anak.

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang putus sekolah, sakit, atau kelaparan,” pungkasnya.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.