KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Produksi beras di Kabupaten Banyuwangi sepanjang 2025 tercatat mencapai 546.923,81 ton, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 508.820 ton. Peningkatan ini sekaligus menegaskan posisi Banyuwangi sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan bahwa kenaikan produksi beras sejalan dengan bertambahnya luas tanam serta optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian.
“Pada 2024, produksi beras Banyuwangi tercatat sebesar 508.820 ton dengan luas tanam 119.651 hektare, sementara luas baku sawah tetap 62.940 hektare. Tahun 2025, produksi beras meningkat menjadi 546.923 ton dengan luas tanam mencapai 121.319 hektare,” ujar Ilham, Kamis (8/1/2026).
Selain beras, produksi jagung di Banyuwangi juga mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang 2025, produksi jagung mencapai 250.596 ton, naik 41.518 ton atau 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya produktivitas petani dan pemanfaatan teknologi pertanian.
Untuk mendukung peningkatan produksi beras dan jagung, Dispertan Banyuwangi mengalokasikan pupuk bersubsidi guna menunjang produktivitas petani.
“Pada 2025, pupuk subsidi yang dialokasikan meliputi pupuk Urea sebesar 44.550 ton atau 97,38 persen dari usulan, serta pupuk NPK sebesar 40.493 ton atau 99,61 persen dari usulan,” terang Ilham.
Ilham menambahkan, Pemkab Banyuwangi terus mendorong berbagai strategi untuk menjaga dan meningkatkan produksi beras dan jagung. Upaya tersebut antara lain perlindungan lahan pertanian produktif agar tidak beralih fungsi, serta peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Lahan yang sebelumnya hanya ditanami satu kali kini dapat ditingkatkan hingga empat kali tanam atau IP 400.
Selain itu, pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern terus digencarkan dengan melibatkan petani muda serta Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Pendampingan petani di lapangan juga diperkuat melalui peran penyuluh pertanian dan inovasi Jagoan Banyuwangi, khususnya program Jagoan Tani, guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Dengan berbagai upaya ini, Banyuwangi semakin menegaskan posisinya sebagai daerah penyangga pangan nasional, sekaligus memberikan kontribusi penting terhadap ketahanan pangan di tingkat provinsi maupun nasional.(zul)








