Bupati Ipuk Serap Aspirasi Warga Lewat Program Bunga Desa di Purwoharjo

oleh -406 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) kembali digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Kecamatan Purwoharjo dengan menyasar tiga desa, yakni Kradenan, Purwoharjo, dan Glagahagung, Kamis (30/4/2026). Dalam kegiatan ini, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turun langsung berdialog dengan warga dan perangkat desa guna menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan.

Program Bunga Desa merupakan inisiatif yang telah dijalankan Ipuk sejak awal menjabat pada 2021. Melalui program tersebut, bupati rutin mendatangi desa-desa untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan tokoh setempat guna mengetahui kebutuhan riil di lapangan.

Dalam kunjungannya di Kecamatan Purwoharjo, Ipuk menyambangi tiga desa dan menggelar dialog bersama kepala desa serta perangkat desa. Uniknya, dialog berlangsung di sebuah warung desa yang berada di tengah hutan jati, menciptakan suasana santai namun tetap produktif.

Para kepala desa tampak antusias menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi wilayahnya. Isu yang diangkat beragam, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, kesiapan menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, hingga program pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Purwoharjo, Fauzi Amurullah, menyoroti langkah antisipasi yang perlu dilakukan menghadapi potensi dampak El Nino terhadap sektor pertanian. Menanggapi hal tersebut, Ipuk menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah desa dalam menghadapi perubahan iklim.

Sementara itu, Kepala Desa Glagahagung, Mimin Budiarti, memaparkan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi bagi lulusan SMA di desanya. Program tersebut mendorong generasi muda untuk terjun ke usaha produktif seperti peternakan kambing dan budidaya buah naga.

“Sebagai kepala desa, kami harus mampu menggali potensi pemuda agar taraf hidup mereka meningkat. Bagi lulusan SMA, kami arahkan ke usaha produktif seperti ternak kambing dan pertanian buah naga,” ujar Mimin.

Baca Juga :  Banyuwangi Luncurkan Buku Biografi Para Ulama Blambangan

Ia menambahkan, program tersebut telah menunjukkan hasil nyata. “Alhamdulillah, sudah ada bukti. Anak yang awalnya kesulitan ekonomi kini bisa melanjutkan kuliah berkat program ternak tersebut,” ungkapnya.

Ipuk menjelaskan, Bunga Desa menjadi sarana efektif bagi pemerintah daerah untuk menjaring permasalahan secara langsung dari masyarakat.

“Ada yang bisa langsung kami eksekusi, ada juga yang penyelesaiannya bertahap. Pertemuan seperti ini juga memudahkan kami menjelaskan kebijakan pemerintah daerah,” kata Ipuk.

Selain menyerap aspirasi, Pemkab Banyuwangi juga menghadirkan berbagai layanan langsung dalam setiap kegiatan Bunga Desa. Layanan tersebut mencakup sektor kesehatan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di Desa Kradenan, kegiatan diawali dengan sarasehan kesehatan mental yang diikuti sekitar 120 peserta dengan menghadirkan psikiater. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Pemeriksaan kesehatan melibatkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) serta dokter spesialis jantung (SpJP). Warga yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

“Dengan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis, masyarakat yang membutuhkan penanganan bisa segera tertangani,” ujar Ipuk.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga menyempatkan diri mengunjungi warga yang mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dari pohon. Ia langsung menginstruksikan pemerintah desa bersama puskesmas setempat untuk memberikan terapi rutin guna membantu proses pemulihan.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.