Cegah Pohon Tumbang, Surabaya Berkolaborasi Dengan Perguruan Tinggi

oleh -575 Dilihat
oleh
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya evakuasi pohon tumbang. (Foto: Dok DLH Surabaya/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pencegahan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan menggandeng perguruan tinggi untuk mendeteksi pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Upaya ini menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko, menyusul sejumlah kejadian pohon tumbang saat angin kencang melanda Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto mengatakan, kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP).

Menurut Dedik, alat pendeteksi tersebut digunakan untuk mengukur kekuatan dan tingkat kerawanan pohon secara lebih objektif. Edukasi dan pelatihan penggunaan alat tidak hanya diberikan kepada petugas DLH, tetapi juga kepada petugas lapangan dari perangkat daerah lain.

“Kerja sama dengan perguruan tinggi ini bukan sekadar penelitian. Ada sosialisasi, lalu praktik langsung di lapangan untuk mengukur kekuatan pohon dan menilai tingkat kerawanannya,” ujar Dedik dalam keterangannya yang dikutip, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, karakteristik pohon berbeda dengan bangunan yang memiliki usia struktur yang jelas. Banyak pohon besar yang kini memberi kesejukan di Surabaya merupakan hasil penanaman puluhan tahun lalu.

“Pohon-pohon itu sekarang memang terasa rindang dan nyaman, tapi sebagian sudah berusia cukup tua. Saat cuaca ekstrem, terutama angin kencang, risikonya meningkat,” katanya.

Dedik menuturkan, kondisi tersebut mendorong DLH melakukan pemetaan risiko pohon di berbagai wilayah Surabaya. Pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pohon yang rentan dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Dengan alat ini, kami ingin tahu mana pohon yang rawan tumbang sehingga bisa ditangani lebih cepat,” ujarnya.

Saat ini, penggunaan alat pendeteksi masih dalam tahap uji coba. Petugas lapangan telah dilatih dan melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah pohon sebagai bagian dari pengenalan alat.

Baca Juga :  DPRD Surabaya Tekankan APBD 2026 Harus Berpihak pada Kepentingan Rakyat

“Masih uji coba sekaligus melatih petugas. Setelah itu baru dilakukan pengecekan secara lebih menyeluruh,” kata Dedik.

Di sisi lain, DLH Surabaya tetap membuka layanan permohonan perantingan atau pemotongan pohon dari masyarakat. Setiap laporan akan diteruskan ke petugas sesuai wilayah kerja masing-masing.

Masyarakat disarankan menyampaikan laporan melalui RT/RW dengan menyertakan lokasi dan dokumentasi pendukung. Menurut Dedik, laporan tidak harus disampaikan secara fisik.

“Cukup informasikan titik lokasinya, kalau ada foto kondisi pohonnya akan sangat membantu. Jadi petugas sudah tahu kondisi lapangan dan peralatan apa yang perlu dibawa,” jelasnya.

Selain jalur manual, warga juga dapat memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi Surabaya Single Window (SSW) Alfa. Layanan ini mencakup permohonan perantingan hingga pemotongan pohon.

Dedik menegaskan, layanan tersebut tidak dipungut biaya. Warga hanya diwajibkan mengganti pohon yang ditebang sesuai ketentuan yang tercantum di aplikasi.

“Tidak ada biaya pemotongan. Yang ada adalah kewajiban penggantian pohon, dan itu sudah dijelaskan secara rinci di SSW Alfa,” tegasnya.

Terkait laporan yang belum ditindaklanjuti, Dedik memastikan DLH menerapkan skala prioritas berdasarkan tingkat bahaya. Pohon yang kondisinya keropos, rawan tumbang, atau berada di tepi jalan raya menjadi prioritas utama penanganan.

“Kalau pohon itu berpotensi membahayakan pengguna jalan atau mengganggu lalu lintas, tentu kami dahulukan. Keselamatan warga menjadi fokus utama,” pungkasnya. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.