Lewat ‘Ngopi’, Bunda Ina Dorong Penguatan Nilai Karakter di Madrasah

oleh -369 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Bunda Ina Ammania mengajak para pendidik madrasah di Bondowoso berdiskusi santai namun bermakna melalui forum Ngopi (Ngobrol Pendidikan Agama Islam), Selasa (28/10/2025).

Bertajuk “Peningkatan Kualitas Pendidikan Karakter Peserta Didik di Lembaga Pendidikan Agama Islam,” kegiatan yang digelar di Hotel Ijen View ini diikuti guru madrasah ibtidaiyah (MI) dan madrasah tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Bondowoso.

Acara ini menjadi wadah refleksi bersama tentang pentingnya pendidikan karakter Islami dalam menghadapi berbagai tantangan moral dan sosial di kalangan generasi muda.

Bunda Ina menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga transfer nilai.

“Hakikat pendidikan adalah membentuk karakter anak bangsa yang berkepribadian mulia. Dengan pendidikan karakter, kita dapat menanggulangi berbagai penyimpangan sosial dan kenakalan remaja,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan lembaga pendidikan Islam tidak cukup diukur dari jumlah siswa atau capaian akademik, tetapi dari kualitas karakter dan akhlak para lulusannya. Karena itu, menurutnya, madrasah perlu memperkuat pembinaan nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis.

“Jika karakter anak didasari nilai-nilai agama, akan lahir generasi tangguh yang berjiwa kuat dan berintegritas,” tambahnya.

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, Bunda Ina juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung kebijakan Kementerian Agama dalam menempatkan pendidikan karakter sebagai prioritas strategis peningkatan mutu madrasah.

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak boleh dianggap sekadar pelengkap kurikulum.

“Nilai-nilai seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial harus hidup dalam setiap aktivitas pendidikan, baik di dalam maupun di luar kelas,” jelasnya.

Melalui forum Ngopi ini, Bunda Ina berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antarpendidik madrasah, raudhatul athfal (RA), dan lembaga pendidikan vokasi Islam.

Baca Juga :  Khofifah Lepas 1.790 Siswa SMK Magang dan Kerja ke Luar Negeri, Jepang Jadi Tujuan Favorit

Ia menutup dengan pesan agar seluruh elemen pendidikan terus berkomitmen melahirkan “insan kamil” — generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan sosial.(WAN)

No More Posts Available.

No more pages to load.