KILASJATIM.COM, Bondowoso – Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, meninjau langsung pelaksanaan Bakti Sosial Pelayanan Keluarga Berencana Metode Operasi Wanita (MOW) Tahun 2026 di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam memperluas akses layanan keluarga berencana sekaligus meningkatkan kualitas keluarga di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyapa para akseptor dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan. Program MOW tahun ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terbukti dari tingginya jumlah pendaftar yang jauh melebihi kuota yang tersedia.
Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keluarga berencana memiliki peran penting dalam menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.
“Program keluarga berencana merupakan salah satu upaya strategis untuk mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam mengikuti pelayanan MOW tahun ini. Ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan terus mendukung pelaksanaan program keluarga berencana agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta tenaga kesehatan di daerah sehingga layanan keluarga berencana dapat semakin mudah diakses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bondowoso,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Bondowoso, M. Imron, menjelaskan bahwa Bondowoso semula memperoleh target 70 akseptor. Namun, karena tingginya kebutuhan masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan tambahan kuota.
“Awalnya target yang diberikan sebanyak 70 akseptor. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan tambahan kuota sehingga total menjadi 82 peserta. Alhamdulillah, seluruh kuota tersebut dapat terpenuhi,” ujar dr. Imron.
Ia menambahkan, seluruh pembiayaan program berasal dari APBN melalui program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bersama BKKBN dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Sebelum menjalani tindakan, seluruh calon peserta terlebih dahulu mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan di 25 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Bondowoso. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap akseptor memenuhi syarat medis dan dapat menjalani prosedur dengan aman.
“Yang terpenting adalah peserta masih berada pada usia reproduktif dan secara medis memenuhi syarat untuk mengikuti program MOW,” katanya.
Menurut dr. Imron, MOW merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang diperuntukkan bagi pasangan yang telah merasa cukup memiliki anak. Program ini tidak hanya mendukung kesehatan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengendalian pertumbuhan penduduk dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 300 orang.
“Minat masyarakat sebenarnya sangat tinggi. Peminat MOW mencapai sekitar 300 orang. Namun, karena keterbatasan kuota yang tersedia tahun ini hanya 82 peserta yang dapat dilayani melalui program tersebut,” ungkapnya.
Meski kuota yang tersedia telah terpenuhi, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan masyarakat yang belum terakomodasi tetap dapat memperoleh layanan keluarga berencana melalui program yang didanai APBD dan kerja sama dengan fasilitas kesehatan setempat. Selain MOW, tahun ini juga disiapkan program Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi dengan target 10 peserta yang pelaksanaannya akan dijadwalkan pada kesempatan berikutnya.(wan)




