KILASJATIM.COM, Bondowoso – SMA Negeri 2 Bondowoso (SMADA) menggelar Uji Publik Tahfidz Al-Qur’an yang melibatkan wali murid sebagai penguji langsung kemampuan hafalan siswa. Kegiatan yang berlangsung menjelang pembagian rapor siswa kelas X tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pendidikan karakter religius sekaligus memperkenalkan program tahfidz yang dikembangkan di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, delapan siswa mengikuti uji publik hafalan Al-Qur’an di hadapan para wali murid. Capaian hafalan para peserta beragam, dengan beberapa siswa telah menguasai hafalan tiga juz hingga tujuh juz, sementara yang lainnya masih terus berproses menambah hafalan melalui pembinaan ekstrakurikuler tahfidz di sekolah.
Kepala SMA Negeri 2 Bondowoso, Holifah Nurazizah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program ekstrakurikuler tahfidz saat ini diikuti oleh 43 siswa kelas X. Namun pada uji publik kali ini, hanya delapan siswa yang mengikuti pengujian hafalan secara terbuka.
Menurut Holifah, kegiatan tersebut sengaja digelar untuk menunjukkan kepada wali murid bahwa program ekstrakurikuler tahfidz terus berkembang dan mendapat perhatian serius dari sekolah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan kepada wali murid bahwa ekstrakurikuler tahfidz juga dikembangkan di sekolah. Kami memberikan ruang dan pendampingan kepada siswa yang ingin menghafal Al-Qur’an agar hafalan yang sudah dimiliki tetap terjaga dan terus bertambah,” ujarnya.
Yang menarik, dalam uji publik tersebut para siswa tidak diuji oleh guru maupun pembina tahfidz. Justru para wali murid yang hadir diberikan kesempatan untuk menguji langsung kemampuan hafalan putra-putrinya. Mereka dapat meminta siswa melanjutkan ayat atau membaca bagian tertentu sesuai kemampuan yang telah dicapai.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bondowoso, Ghozal Rawan, yang hadir sebagai wali murid sekaligus penguji.
Menurutnya, pendidikan yang baik tidak cukup hanya mengandalkan pencapaian akademik, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan karakter dan akhlak yang mulia.
“Ilmu yang dimiliki siswa perlu ditopang dengan akhlak yang baik. Saya melihat SMAN 2 Bondowoso sangat peduli terhadap hal tersebut melalui program pembinaan keagamaan, termasuk kegiatan tahfidz ini. Ini merupakan nilai positif yang patut mendapatkan apresiasi dan dukungan bersama,” ujar Ghozal.
Ia berharap program tahfidz yang dikembangkan SMADA dapat terus berjalan dan semakin berkembang, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Selain menjadi sarana evaluasi, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi kepada calon peserta didik baru, khususnya lulusan SMP dan MTs, bahwa SMADA memberikan fasilitas bagi siswa yang ingin menjaga dan meningkatkan hafalan Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di jenjang SMA.
Melalui program tahfidz yang terus dikembangkan, SMAN 2 Bondowoso berharap mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an.
