Dua Korban Runtuhnya Bangunan Ponpes Al Khoziny Kembali Teridentifikasi

oleh -1087 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban ambruknya Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan DNA dan data ante mortem dari keluarga.

Kabiddokes Polda Jatim Kombes Pol Khusnan Marzuki mengatakan, dua korban yang teridentifikasi masing-masing bernama Ach. Haikal Fadil Alfatih (12) dan Syamsul Arifin (18), keduanya berasal dari Bangkalan, Madura.

“Hari ini tim DVI Polda Jatim berhasil mengidentifikasi dua kantong jenazah berdasarkan hasil tes DNA dan data keluarga,” ujar Khusnan di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (12/10/2025) malam.

Dengan tambahan dua identifikasi tersebut, total sudah 53 dari 67 kantong jenazah berhasil diketahui identitasnya. Sementara 11 kantong lainnya, termasuk bagian tubuh (body part), masih menunggu hasil pemeriksaan DNA.

“Dari sebelas kantong jenazah yang belum teridentifikasi, sebagian berisi body part. Jumlah pastinya masih menunggu hasil analisis DNA,” jelas Khusnan.

Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidajati mengungkapkan, proses identifikasi bagian tubuh menjadi tantangan tersendiri bagi tim karena tidak ada tanda fisik yang bisa dijadikan petunjuk.

“Kesulitannya, body part yang ditemukan tidak lengkap dan tidak memiliki tanda khusus, sehingga kami hanya bisa bergantung pada hasil DNA dari laboratorium,” kata Wahyu.

Sebagai informasi, bangunan tiga lantai Ponpes Al Khoziny beserta musalanya ambruk saat Salat Ashar rakaat kedua, pada Senin (29 September 2025) sekitar pukul 15.15 WIB.

Selama sembilan hari operasi pencarian dan evakuasi, tim gabungan menemukan 171 korban, terdiri atas 67 meninggal dunia (termasuk delapan body part) dan 104 selamat.

Upaya identifikasi terus dilakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan hak kemanusiaannya dan keluarga bisa menerima jenazah dengan layak. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.