Tim DVI Minta Kesabaran Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny, Identifikasi Kian Rumit

oleh -727 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur menghadapi tantangan besar dalam proses identifikasi jenazah korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. Seiring waktu, kondisi jenazah yang memburuk membuat pengambilan sampel DNA semakin sulit.

Kanit DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidajati, menjelaskan bahwa kondisi jenazah kini jauh berbeda dibanding saat awal proses identifikasi dimulai.

“Jika dibandingkan dengan sampel awal, kondisinya dulu masih bagus. Sekarang, sebagian besar sampel sudah kurang layak karena jenazah tidak lagi banyak mengandung DNA,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (10/10/2025) malam.

Situasi ini, kata Wahyu, berdampak pada lamanya proses pemeriksaan. “Kalau DNA yang tersisa sedikit, waktu pemeriksaan otomatis jadi lebih panjang. Kami mohon keluarga korban bisa memahami kondisi ini dan bersabar menunggu hasilnya,” imbuhnya.

Selain pemeriksaan DNA, tim DVI juga terus mencocokkan data ante mortem (data korban sebelum meninggal) dan post mortem (data jenazah setelah ditemukan) untuk memperkuat hasil identifikasi. Namun, semakin lama waktu berlalu, tingkat kesulitannya pun meningkat.

“Saat ini kami sudah masuk tahap yang lebih menantang. Tapi kami tetap berupaya maksimal agar seluruh korban bisa teridentifikasi,” tegas Wahyu.

Hingga Jumat malam, tim DVI Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi 50 jenazah korban ambruknya Ponpes Al Khoziny. Dua di antaranya adalah Alfin Mutawakkil Alallah (17), warga Lomaer, Blega, Bangkalan, dan Muhammad Iqlil Ibrohim (15), warga Sukorejo, Bangsalsari, Jember. Selain itu, satu body part teridentifikasi sebagai Haikal Ridwan (14), warga Labang, Bangkalan. (cit)

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Kajian Skema Pendanaan Pesantren lewat APBN

No More Posts Available.

No more pages to load.