Sebulan Terakhir, 51 Kebakaran Melanda Surabaya

oleh -878 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kasus kebakaran di Kota Surabaya meningkat tajam sepanjang September 2025. Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mencatat 51 kejadian kebakaran terjadi selama sebulan terakhir.

Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani merinci bahwa sebagian besar kasus, yakni 20 kejadian kebakaran, didominasi oleh kebakaran alang-alang atau lahan terbuka.

“Dua puluh kejadian itu mayoritas adalah kebakaran alang-alang. Kondisi cuaca yang sangat panas, ditambah hembusan angin yang tinggi, membuat alang-alang menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Begitu ada pemicu, api menyebar dengan sangat cepat,” rincinya dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).

Ia menerangkan bahwa pemicu kebakaran ini melibatkan dua faktor, yakni faktor manusia dan alam. Pada faktor kelalaian manusia, biasanya bermula dari warga yang membakar sampah di ruang terbuka.

“Kami sering menemukan bahwa begitu ada angin, daun-daun kering atau rumput yang terbakar itu menggelinding atau terbang, akhirnya memicu kebakaran di spot-spot lain,” terangnya.

Selain faktor manusia, terdapat juga faktor alam murni. Ketika cuaca begitu terik, alang-alang yang sangat kering bisa terbakar tanpa sengaja.

“Kami juga tidak bisa mengabaikan faktor alam. Pada cuaca sepanas ini, alang-alang yang sangat kering dan kemungkinan adanya pecahan kaca di lahan terbuka yang berfungsi seperti lensa dapat menimbulkan panas terfokus, akhirnya memicu api tanpa intervensi langsung dari manusia,” tambahnya.

Di luar kebakaran alang-alang, DPKP Surabaya juga mencatat kebakaran permukiman sebanyak 12 kasus. Insiden ini umumnya terjadi akibat kelalaian di dapur dan masalah kelistrikan.

Di area dapur, kebakaran sering kali dipicu oleh kompor yang ngobos atau mengalami kebocoran sehingga api tidak stabil saat ditinggalkan dalam keadaan menyala.

Baca Juga :  Dicover APBD Rp76 Miliar, Pemkot Bangun Tiga Rusunawa

“Kami mengimbau kepada ibu-ibu dan seluruh warga, meskipun hanya keluar sebentar, tolong matikan kompor. Jangan sampai karena lupa, misalnya karena terlalu asyik ngerumpi dengan tetangga, api membesar dan menyebabkan kerugian material besar,” pesannya.

Kemudian, terkait kelistrikan dan alat elektronik, terdapat beberapa kasus yang bersumber dari kelalaian dalam penggunaan alat sehari-hari.

“Sebagai contoh, di apartemen, kami menemukan kasus di mana penggunaan hair dryer tidak tepat. Alat ini dipakai untuk mengeringkan benda lain di luar fungsi normalnya, sehingga menimbulkan panas berlebih (overheat). Saat dilempar ke tempat tidur, alat tersebut memicu api,” ungkapnya.

Selanjutnya, pengisian daya atau charging HP yang tidak aman juga menjadi pemicu. Kebiasaan mencas HP sambil diletakkan di atas kasur atau benda mudah terbakar lainnya sangat berbahaya.

“Panas yang dihasilkan oleh proses charging pada HP atau charger dapat membakar busa kasur atau material di bawahnya, dan memicu api,” tuturnya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.