20 Pelaku Vandalisme Ditangkap di Surabaya, Didominasi Remaja

oleh -563 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Pelaku vandalisme yang tertangkap diberikan sanksi sosial. (Foto: dok Satpol PP Surabaya)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya mengamankan 20 pelaku vandalisme sepanjang Januari hingga April 2026. Penindakan dilakukan melalui patroli rutin bersama kepolisian untuk menekan aksi corat-coret di fasilitas umum.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, mengatakan jumlah tersebut menunjukkan tren yang masih cukup tinggi, meski lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

“Di 2025 ada 40 orang yang diamankan. Tahun ini sampai April sudah 20 orang,” kata Mudita, Kamis (16/4/2026).

Patroli difokuskan di kawasan tengah kota yang kerap menjadi sasaran vandalisme. Salah satu penindakan terbaru dilakukan di Viaduk Gubeng, Minggu (12/4) malam, saat petugas mengamankan empat remaja yang diduga hendak beraksi.

Petugas mencurigai gerak-gerik mereka sebelum menemukan cat semprot di dalam tas yang dibawa. Keempatnya langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pendataan, mayoritas pelaku merupakan pelajar tingkat SMP dan SMA. Motifnya beragam, mulai dari hobi hingga keinginan menunjukkan eksistensi di lingkungan pergaulan.

“Ada yang mengaku karena hobi, ada juga yang ingin menyalurkan kreativitas,” ujarnya.

Meski demikian, Satpol PP memastikan aksi vandalisme tersebut tidak terkait dengan tindak kriminal lain, berdasarkan hasil koordinasi dengan kepolisian.

Dalam penanganannya, Pemkot Surabaya lebih mengedepankan pendekatan pembinaan karena sebagian besar pelaku masih di bawah umur. Padahal, sesuai Perda Surabaya Nomor 2 Tahun 2014 junto 2/2020, pelaku vandalisme dapat dikenai pidana ringan hingga tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta.

Sebagai gantinya, pelaku biasanya dikenai sanksi sosial, seperti membersihkan fasilitas umum atau menjalani pembinaan di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih. Mereka juga diminta mengecat ulang lokasi yang dirusak sebagai bentuk tanggung jawab.

Baca Juga :  Banjir dan Jalan Rusak Jadi Prioritas, Ini Strategi Wali Kota Eri Bangun Surabaya

Mudita menyebut lokasi seperti Viaduk Gubeng dan kawasan kota lama masih menjadi titik rawan karena dianggap strategis dan mudah terlihat. Namun, sejauh ini belum ditemukan pelaku yang mengulangi perbuatannya setelah dibina.

“Sejauh ini belum ada yang kembali terjaring,” pungkasnya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.