Pemkot Surabaya Salurkan BLT Cukai Rokok ke 8.767 Penerima, Termasuk Buruh Pabrik dan Keluarga Rentan

oleh -1244 Dilihat
oleh
Seorang warga penerima BLT dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau sebesar Rp1.4 Juta menunjukkan bukti usai menerima. (Foto; Istimewa/kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp1,4 juta kepada 8.767 penerima yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025. Penyaluran tahap pertama berlangsung di PT HM Sampoerna Tbk Plant Rungkut 2, Selasa (16/9/2025).

Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajrihatin, yang hadir mewakili Wali Kota Eri Cahyadi, mengatakan BLT ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok yang paling terdampak. “Hasil dari cukai rokok kembali untuk masyarakat. Harapannya tahun depan nominal bantuan bisa meningkat,” ujarnya.

Selain BLT, DBHCHT tahun ini juga dialokasikan untuk bantuan peralatan usaha. Program ini menyasar buruh pabrik rokok yang mendekati masa pensiun serta masyarakat yang ingin merintis usaha kecil. “Mulai tahun kemarin, bantuan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga peralatan usaha agar masyarakat bisa lebih mandiri,” tambah Anna.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menegaskan bahwa program ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2024 dan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 85 Tahun 2023. “Kami ingin memastikan pemanfaatan DBHCHT tepat sasaran, khususnya bagi buruh pabrik rokok serta keluarga miskin dan rentan miskin yang belum menerima bantuan sosial lain,” jelasnya.

Dari total penerima, sebanyak 3.729 orang berasal dari kalangan buruh pabrik rokok, baik produksi maupun non-produksi. Sisanya, 5.038 orang merupakan keluarga miskin dan rentan miskin. Setiap penerima memperoleh BLT Rp1,4 juta yang disalurkan dalam dua tahap: Rp600 ribu di tahap pertama dan Rp800 ribu pada Desember 2025.

Selain itu, bantuan peralatan usaha tahun ini diberikan kepada 680 penerima. Bantuan meliputi peralatan untuk usaha laundry, kuliner, tata rias, menjahit, hingga bakery. “Kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga punya peluang meningkatkan kesejahteraan melalui usaha,” papar Mia.

Baca Juga :  Gawagis Nusantara Ajak Umat Tidak Menghiraukan Ajakan People Power

Ia juga mengapresiasi dukungan perusahaan rokok, khususnya PT HM Sampoerna Tbk, yang turut memfasilitasi penyaluran. “Sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan di Surabaya,” ujarnya.

Mia mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan secara bijak. “Gunakan BLT untuk kebutuhan prioritas, dan bagi penerima peralatan usaha, jadikan ini langkah awal menuju kemandirian,” pungkasnya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.